beautydoozy skinner
urbanasia skinner
Beautydoozy

Shampo Busa Banyak vs Sedikit, Mana yang Lebih Bagus?

Izzah Putri Jurianto,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Shampo Busa Banyak vs Sedikit, Mana yang Lebih Bagus?
Image: Ilustrasi keramas. (Freepik)

Jakarta - Shampo adalah salah satu bodycare yang wajib dimiliki, karena fungsinya yang mampu membersihkan rambut dari berbagai kuman. 

Pada dasarnya shampo memiliki kandungan yang mirip meski merknya berbeda. Namun terkadang ada shampo yang bisa menghasilkan busa banyak, tapi ada pula yang menghasilkan sedikit busa. 

Terkait busa ini, masyarakat umumnya menganggap bahwa shampo dengan busa banyak lebih bagus dibanding yang busanya sedikit. Apakah anggapan ini benar? Berikut ulasannya.

Busa pada Shampo

Busa yang dihasilkan pada saat keramas ternyata berasal dari kandungan surfaktan pada shampo. Untuk menemukan kandungan ini, kamu cukup menandai kata kunci Sodium Lauryl Sulfate (SLS) atau Sodium Lauryl Ether Sulfate (SLES) pada kemasan. 

Surfaktan sendiri bekerja dengan cara memisahkan ikatan antara rambut dengan kotoran serta melarutkan kotoran ke dalam air.

Sebenarnya, kandungan surfaktan pada produk kecantikan bukanlah hal yang asing. Tidak hanya shampo, produk rumah tangga dan kecantikan lain pun ada yang mengandung surfaktan, seperti detergen, sabun mandi, bahkan sabun wajah sekalipun. 

Apa Efek Surfaktan pada Rambut?

Semakin banyak busa yang dihasilkan, artinya semakin banyak pula kandungan surfaktan pada sampo yang kamu pakai. Memang, surfaktan punya manfaat menghempas bakteri pada kulit. Dengan catatan, jika digunakan dalam batas normal.

Akan tetapi, jika pemakaiannya terlalu berlebih, surfaktan dapat menyebabkan efek negatif pada rambut. Kandungan ini dapat membuat kulit kepala menjadi kering. 

Akibatnya, hal ini mengundang berbagai masalah lain pada rambut, seperti ketombe hingga iritasi. Selain itu, surfaktan yang terkandung dalam shampo juga berpotensi meningkatkan gesekan pada rambut, yang membuat rambut menjadi kusut bahkan rontok.

Shampo yang Bagus Gimana Sih?

Sebenarnya nggak ada salahnya memakai shampo dengan kandungan surfaktan. Jika suatu produk sudah lulus BPOM, artinya produk tersebut aman untuk kita gunakan. Akan tetapi, kalau kamu masih merasa ragu, mungkin kamu bisa terapkan 3 hal ini.

Pertama, mencari shampo dengan kandungan surfaktan yang relatif rendah. Kedua, keramas dengan frekuensi yang tidak berlebihan, bisa 2 hingga 3 minggu sekali menyesuaikan kondisi rambut masing-masing. Ketiga, cari rekomendasi shampo dengan bahan alami untuk menjaga rambut tetap sehat. 

Tapi, intinya kembali lagi ke selera masing-masing, ya. Kalau kamu sudah menggunakan satu produk cukup lama dan hasilnya bagus di rambut, sah-sah aja untuk tetap pakai produk tersebut. Asal kamu aware terhadap efeknya, nggak bakal jadi masalah yang terlalu besar.

Nah, sampai sini mungkin kamu sudah lumayan paham soal kandungan surfaktan pada shampo ya. Tertarik untuk mengganti produk shampo di rumah nggak, nih?

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait