beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URsport

Soal Larangan Kampanye LGBT, Denmark dan Inggris Ancam Cabut dari FIFA?

Maulidya Q,
24 November 2022 14.14.28 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Soal Larangan Kampanye LGBT, Denmark dan Inggris Ancam Cabut dari FIFA?
Image: Ban kapten One Love. (Twitter @England)

Jakarta - Denmark dan Inggris dikabarkan mengancam akan menarik diri dari FIFA terkait pelarangan kampanye LGBT pada Piala Dunia 2022 di Qatar.

Ketua FA Denmark, Jesper Moller mengklaim bahwa diskusi sedang berlangsung antara negara-negara UEFA lainnya mengenai kemungkinan meninggalkan FIFA, menyusul larangan kampanye One Love selama Piala Dunia Qatar, dilansir dari express.co.uk, Kamis (24/11/22).

Inggris masih bisa terlibat, karena Moller mengklaim bahwa pembicaraan kemungkinan besar akan melibatkan 55 anggota UEFA untuk mengetahui apakah ada tindakan kolektif dari pertemuan tersebut.

Harry Kane, salah satu kapten yang berencana mengenakan ban lengan One Love untuk mendukung hak LGBTQ+. Qatar selaku tuan rumah Piala Dunia saat ini melarang apapun bentuk Homoseksualitas. Bahkan, suporter yang mengenakan atribut LGBTQ+ disita saat masuk ke stadion.

FIFA juga mengancam kartu kuning langsung atau lebih buruk lagi, kepada kapten timnas yang menggunakan ban lengan One Love. Peristiwa ini bolak-balik terjadi menjelang pertandingan pembukaan Inggris melawan Iran, meskipun FA telah mencari jawaban terkait konsekuensi potensial jauh sebelum itu.

Denmark, Wales, Belgia, Jerman, Belanda dan Swiss dalam pernyataan bersama, mundur dari kampanye ban kapten karena takut akan dampaknya. Namun, banyak penggemar masih memilih untuk menuding FIFA, karena ancaman menghukum mereka yang melakukan protes.

Moller menarik dukungan Denmark untuk presiden FIFA Gianni Infantino dan berjanji untuk mengadakan pembicaraan dengan negara-negara anggota lainnya dalam upaya melawan bagaimana situasi tersebut dapat ditangani.

"Ada pemilihan presiden di FIFA," jelas Moller.

"Ada 211 negara di FIFA dan saya mengerti bahwa presiden saat ini (Infantino) memiliki pernyataan dukungan dari 207 negara. Denmark tidak termasuk di antara negara-negara itu. Dan kami juga tidak," lanjutnya menjelaskan.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait