beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

5 Anggapan Salah Tentang Bipolar

Itha Prabandhani, 19 September 2020 23.30.01
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
5 Anggapan Salah Tentang Bipolar
Image: Freepik

Jakarta - Saat mendengar tentang gangguan bipolar, kamu mungkin langsung terpikir bahwa orang dengan gangguan bipolar akan terlihat depresi sedih setelah sebelumnya ceria dan tampak senang.

Anggapan umum ini memang nggak sepenuhnya salah. Namun, gangguan mental bernama bipolar ini nggak hanya mengacu pada pola emosi tertentu, melainkan juga tingkah laku, kondisi psikologis, dan cara mereka berinteraksi dengan orang lain.

Berikut beberapa anggapan yang kurang tepat tentang bipolar.

1.  Bipolar Adalah Moody

1600506092-bipolar3.jpgSumber: Freepik

Karena penderita sering berubah mood, bipolar kerap disamakan dengan sikap moody. Sebelumnya sedih, lalu berubah happy. Padahal, untuk bisa dikategorikan sebagai bipolar, seseorang mesti pernah mengalami perilaku depresif, mania, dan hipomania yang khusus.

Mania adalah kondisi yang terjadi saat penderita gangguan bipolar merasa sangat bersemangat, baik fisik maupun mental. Mereka biasanya akan membuat keputusan yang tidak rasional, seperti menghabiskan uang dengan membeli benda yang sangat mahal.

Sedangkan hipomania merupakan mania yang lebih ringan dan tidak terlalu ekstrem. Meski begitu, penderita dapat melakukan hal-hal yang berbeda dari biasanya.

2.  Setiap Perilakunya Adalah Bentuk Gangguan Bipolar

1600506098-bipolar6.jpgSumber: Freepik

Tidak semua sikap, perilaku, dan emosi yang dirasakan oleh penderita adalah akibat gangguan yang dialaminya.

Seperti layaknya orang lain, penderita juga bisa punya ‘good days’ dan ‘bad days’, yang akan membuatnya bereaksi sesuai emosinya.

Karena itu, kalau teman atau keluargamu yang memiliki gangguan bipolar sedang merasa sedih atau marah, sebaiknya kamu tanyakan apa yang membuatnya merasa begitu. Sehingga, kamu bisa merespons dengan tepat.

3.  Naik Turunnya Emosi Mereka Sama Besar

1600506106-bipolar4.jpgSumber: Freepik

Banyak orang mengira bahwa penderita bipolar akan memiliki dua kutub perasaan yang sama besar, misalnya sangat sedih dan sangat senang. Faktanya, banyak penderita bipola lebih sering merasa depresi ketimbang mania. Bipolar tidak selalu ‘hitam-putih’. Kebanyakan waktu, emosi negatif akan lebih sering dirasakan dan berlangsung lebih lama.

4. Bipolar Tidak Dapat Disembuhkan

1600506086-bipolar2.jpgSumber: Freepik

Bipolar dapat disembuhkan dengan kombinasi psikoterapi, pengobatan, dan perawatan medis. Obat-obatan seperti antidepresan, antipsikotik, dan obat penstabil mood, terbukti efektif untuk mengatasi gangguan bipolar. Sedangkan psikoterapi akan membantu penderita mengelola emosinya dengan lebih baik.

5.  Kesembuhan Penderita Hanya Tergantung pada Obat

1600506077-bipolar.jpgSumber: Freepik

Selain pengobatan dan perawatan medis, penderita bipolar juga membutuhkan bantuan dari keluarga dan orang-orang terdekat. Bahkan, terapi dari keluarga dengan memberikan dukungan terus menerus, akan membantu proses pengobatan bekerja lebih efektif. Memahami gangguan ini dengan lebih baik akan membantu kamu menghadapi penderita dengan lebih tepat.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait