beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Tanggapan Ahli Supranatural soal Rencana Festival Santet

Anisa Kurniasih,
5 Februari 2021 20.40.13 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Tanggapan Ahli Supranatural soal Rencana Festival Santet
Image: Ilustrasi boneka santet (kigeni666/Instagram)

Jakarta - Rencana Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) untuk menggelar Festival Santet menuai banyak komentar termasuk dari berbagai pengguna media sosial.

Perdunu berencana akan menyelenggarakan Festival Santet di bulan Suro atau Muharam. Tujuan utama dari festival tersebut nantinya adalah untuk menjelaskan lebih detail mengenai ilmu-ilmu spiritual yang ada di Banyuwangi, bahkan akan dijelaskan juga ciri atau tanda ketika orang terkena sihir atau santet.

Selain itu, dalam acara tersebut juga nantinya Perdunu akan menjadi bagai destinasi mistis di Banyuwangi. Di antaranya, Alaspurwo, Rowo Bayu dan Antaboga di Kecamatan Glenmore.

Menanggapi Festival Santet yang masih terdengar awam oleh sebagian masyarakat, praktisi supranatural Ki Geni Seketi menyebutkan, acara yang telah direncanakan Perdunu tersebut adalah kemasan baru dari acara-acara lain berkonsep supranatural yang sebenarnya pernah juga dilaksanakan di sejumlah tempat.

“Ini hanya perbedaan istilah saja, karena ‘santet’ kan kedengarannya cukup menyeramkan bagi sejumlah orang. Namun, untuk acara-acara sosial yang diadakan para ahli supranatural sebenarnya sudah pernah digelar juga kok sebelumnya, namun dengan nama yang berbeda,” tutur pimpinan padepokan Tapa Pendam itu kepada Urbanasia, Kamis (4/2/2021).

Ia juga menjelaskan, mengedukasi masyarakat luas tentang ilmu supranatural bukanlah hal yang mudah dan tantangannya cukup berat. Pasalnya, Indonesia memiliki beragam kebiasaan dan kultur yang berbeda sehingga tak jarang perbedaan pendapat sering kali terjadi.

Namun ia berharap, jika memang festival (santet) tersebut benar-benar digelar, bisa menghasilkan sesuatu yang positif dan mendapat respons yang baik dari masyarakat secara luas.

“Pastinya kita berharap, acara tersebut (Festival Santet) bisa memberikan dampak positif untuk masyarakat yang efeknya menyatukan agar berbagai pengetahuan yang dibagikan bisa diserap dengan baik oleh semuanya,” tutup Ki Geni.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait