NASA Klaim Manusia Bisa Tinggal dan Bekerja di Bulan pada 2030
Jakarta - Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) mengatakan, manusia bisa mulai hidup dan bekerja di bulan pada tahun 2030. Misi Artemis 1 adalah langkah pertama untuk eksplorasi ruang angkasa dalam jangka panjang.
Kepala program pesawat ruang angkasa Orion di badan AS, Howard Hu mengatakan bahwa manusia juga dapat tinggal di bulan dalam waktu yang lama.
“Tentu saja, dalam dekade ini, kita akan memiliki orang yang hidup untuk jangka waktu tertentu, tergantung berapa lama kita akan berada di permukaan. Mereka akan memiliki habitat dan memiliki penjelajah,” kata Hu sebagaimana dikutip Urbanasia dari The Guardian, Sabtu (26/11/2022).
Hu ditugaskan di pesawat antariksa NASA, untuk mengeksplorasi luar angkasa pada Februari lalu, namun tetunda karena masalah teknis. Tapi roket bulan baru NASA akhirnya bisa lepas landas dari Launch Pad 39B di Kennedy Space Center, Cape Canaveral, Florida pada 16 November 2022. Peluncuran ini merupakan uji terbang pertama dari program Artemis.
Pesawat ruang angkasa itu membawa tiga manekin dan sekarang berada pada sekitar 83.000 mil (134.000 km) dari bulan.
“Ini adalah langkah pertama yang kami ambil untuk eksplorasi ruang angkasa dalam jangka panjang, tidak hanya untuk Amerika Serikat tetapi juga untuk dunia,” kata Hu.
Roket akan terbang dalam jarak 60 mil dari bulan dan melanjutkan perjalanan sejauh 40.000 mil sebelum berputar kembali dan mendarat di Samudra Pasifik pada 11 Desember. Roket tersebut akan menempuh jarak 1,3 juta mil dalam misi 25 hari. Ini termasuk jarak terjauh yang pernah diterbangkan oleh pesawat ruang angkasa.
Saat memasuki kembali atmosfer bumi, pesawat ruang angkasa akan bergerak dengan kecepatan sekitar 25.000 mph, mengirim suhu pelindung panas hingga sekitar 2.800C (5.000F).
Misi yang berhasil akan membuka jalan bagi penerbangan lanjutan Artemis 2 dan 3, yang keduanya akan mengirim manusia untuk mengelilingi bulan dan kembali ke bumi.
Misi Artemis 3 mungkin baru akan diluncurkan pada tahun 2026, diperkirakan akan mengembalikan manusia ke permukaan bulan untuk pertama kalinya sejak Apollo 17 pada Desember 1972.
Berdasarkan rencana NASA, misi tersebut akan mendaratkan wanita pertama di bulan, dengan kunjungan berikutnya mendaratkan orang kulit berwarna pertama di permukaan bulan.
