Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Tim Produksi 'Penyalin Cahaya' Depak Kru Terlibat Dugaan Pelecehan, Sudah Tepat?

Nivita Saldyni,
6 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Tim Produksi 'Penyalin Cahaya' Depak Kru Terlibat Dugaan Pelecehan, Sudah Tepat?
Image: Cuplikan Film Penyalin Cahaya. (Instagram @penyalincahaya)

Jakarta - Jelang peluncurannya di Netflix pada 13 Januari 2022 mendatang, film ‘Penyalin Cahaya’ menjadi sorotan karena salah satu kru-nya tersandung kasus dugaan pelecehan seksual. Buntutnya, Rekata Studio dan Kaninga Pictures selaku tim rumah produksi film tersebut pun mengambil beberapa sikap tegas.

Lewat akun Instagram resminya, Rekata Studio dan Kaninga Pictures menyatakan bahwa kru yang bersangkutan akan dihapus namanya dari credit title dan juga materi-materi publikasi film ‘Penyalin Cahaya’. Selain itu, tim produksi juga mengeluarkan kru tersebut dari bagian film ‘Penyalin Cahaya’ dan juga Rekata Studio.

"Kami memutuskan untuk menghapus nama terlapor dari kredit film ‘Penyalin Cahaya’ dan di materi-materi publikasi film. Pihak terlapor tersebut tidak lagi menjadi bagian dari film 'Penyalin Cahaya' dan Rekata Studio," tulis tim produksi seperti dikutip pada Selasa (11/1/2022).

Namun kini yang menjadi pertanyaan banyak pihak kemudian adalah, apakah sanksi yang diberikan itu sudah cukup? Sudah tepatkah sikap yang diambil oleh tim produksi menyikapi adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan salah satu kru-nya di luar proses produksi film tersebut?

Baca Juga: 'Penyalin Cahaya' Hapus Nama Kru di Kredit Title Buntut Dugaan Pelecehan Seksual

1641866939-Penyalin-cahaya.jpgCuplikan scene Penyalin Cahaya. (Instagram @penyalincahaya)

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, Urbanasia pun menanyakannya kepada aktivis perempuan Azriana Manalu. Kepada Urbanasia, Azriana menilai sikap tim produksi film ‘Penyalin Cahaya’ sudah tepat dan cukup tegas karena bisa mencegah terulangnya kasus serupa, baik oleh orang yang sama maupun berbeda.

“Dalam konteks tidak mentolerir sekecil apapun kekerasan seksual, sikap tersebut sudah tepat dan cukup tegas. Biasanya sikap seperti ini bisa mencegah terulangnya kasus serupa, baik oleh orang yang sama maupun orang yang berbeda. Sikap ini juga akan berkontribusi pada pemulihan korban,” katanya saat dihubungi Urbanasia, Selasa (11/1/2022).

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait