Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Tips Hadapi Varian COVID-19 Omicron dari Pakar Imunologi Unair

Nivita Saldyni,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Tips Hadapi Varian COVID-19 Omicron dari Pakar Imunologi Unair
Image: Ilustrasi COVID-19. (Pixabay/geralt)

Surabaya – Belum lama ini masyarakat dunia dihebohkan dengan kemunculan varian COVID-19 Omicron yang terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan.

Varian baru ini pun seketika menjadi momok bagi masyarakat Indonesia di tengah ramainya prediksi adanya gelombang ketiga COVID-19 usai libur Natal dan Tahun Baru 2022 mendatang.

Nah untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19 selama masa tersebut, pakar imunologi dari Universitas Airlangga (Unair), Theresia Indah Budhy punya tips nih guys.

Pertama dan paling utama, kata Theresia, adalah masyarakat harus menaati protokol kesehatan (prokes) dan juga peraturan yang telah ditetapkan pemerintah. Sebab menurutnya itu demi kebaikan kita juga.

“Patuhi instruksi yang sudah dibuat, karena itu demi kebaikan kita,” kata Theresia di Surabaya, Kamis (2/12/2021).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa virus Corona adalah virus yang pintar dan dapat bermutasi dengan cepat. Bahkan varian Omicron memiliki lebih dari sepuluh varian yang dapat berkembang seiring berjalannya waktu.

Untuk itu ia mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan vaksin COVID-19 agar segera mengikuti vaksinasi. Sebab, meski tak memberi kekebalan penuh namun vaksin dapat memastikan sistem imun kita dalam kondisi yang baik.

"Ini (vaksin) juga menjadi salah satu langkah preventif untuk menghadapi virus Corona. Meningkatkan immune, yang adalah gerbang utama kita, menjadi hal yang perlu dilakukan namun sering diabaikan,” jelasnya.

Selain menerapkan prokes, mendapatkan vaksin COVID-19, Ketua Program Studi Imunologi Sekolah Pascasarjana Unair ini juga menyarankan kita untuk menerapkan pola hidup sehat.

“Pola tidur harus bagus, menjaga asupan makanan yang dikonsumsi. Walaupun di zaman modern ini rasanya sulit, namun harus diupayakan untuk membentuk sistem imun yang prima,” katanya.

“Kadang kita lupa bahwa masih ada virus ini di sekitar kita, untuk itu kita harus tetap menjalankan prokes sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh,” pungkas Theresia.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait