beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Tips Mengelola Keuangan untuk Para Generasi Sandwich

Indi Lusiani,
9 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Tips Mengelola Keuangan untuk Para Generasi Sandwich
Image: Ilustrasi Generasi Sandwich. (Freepik)

JakartaUrbanreaders, sudah tau apa itu generasi sandwich? Generasi sandwich adalah seseorang yang bertanggung jawab atas kehidupan tiga generasi. Selain menanggung kehidupan diri sendiri dan anak-anaknya, generasi sandwich juga harus menanggung kehidupan orang tuanya.

Banyak permasalahan muncul yang kerap terjadi di generasi ini, salah satu permasalahan tersebut adalah mengatur dan mengelola keuangan.

Mengatur keuangan bagi generasi sandwich bukan hal yang mudah, tapi kamu bisa melakukan beberapa tips dari Bareyn Mochaddin selaku Senior Financial Advisor dalam Live Instagram URWealth Urbanasia, Rabu (01/12/2021).

Bayern mengatakan, hal pertama kali yang bisa dilakukan oleh generasi sandwich untuk mengelola keuangannya adalah berdamai dengan diri sendiri dan berhenti menyalahkan orang lain.

“Bukan hitung-hitungan keuangan yang dilakukan pertama, tapi berdamai dengan diri sendiri. Menerima bahwa ‘ini sekarang tanggung jawab saya’,” kata Bareyn.

Kedua, memetakan masalah adalah langkah yang sangat penting dalam mengelola keuangan bagi para generasi sandwich. Sebagai contoh, sebaiknya seseorang dalam generasi ini mencatat semua aset dan utang yang dimiliki oleh keluarga.

Jika sudah tahu berapa banyak utang yang harus dibayarkan, tentu akan lebih mudah membuat rencana keuangan yang sangat efektif.

“Kita harus memulai membuat daftar dari A-Z. Kemudian, diperhitungkan (pengeluaran). Apakah mungkin 10 juta rupiah atau 15 juta rupiah. Setelah itu baru dikurangi mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan,” lanjutnya.

Setelah langkah tersebut dilakukan, Bareyn mengatakan untuk mencatat setiap pengeluaran dan diakhiri dengan evaluasi, seperti menyesuaikan gaya hidup diri dari yang dahulu hingga realita sekarang.

“Misalnya, biasanya hidup dengan 10 juta rupiah per bulan sekarang harus 5 juta rupiah perbulan. Kan itu harus menyesuaikan terlebih dahulu,” ujar Bareyn. 

Di lain pihak, kamu juga perlu mengkomunikasikan kemampuan finansial apa adanya pada orangtua. Ungkapkan pada orangtua pos-pos apa saja yang bisa dan tidak bisa kamu tanggung.

Misalnya, kamu membiayai kebutuhan dapur sehari-hari, biaya listrik, pulsa telpon, pengobatan atau asuransi. Tapi, kamu tidak membiayai pos-pos tersier seperti jalan-jalan, biaya sosial, atau belanja barang yang bukan kebutuhan pokok.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait