beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Update Korban Erupsi Gunung Semeru: 22 Orang Meninggal Dunia

Nivita Saldyni,
7 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Update Korban Erupsi Gunung Semeru: 22 Orang Meninggal Dunia
Image: Tim Satgas Gabungan melakukan pencarian dan evakuasi korban terdampak erupsi Gunung Semeru, Senin (6/12/2021). (Dok. BPBD Jatim)

Lumajang - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah orang meninggal dunia akibat awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur bertambah.

Dari sebelumnya 15 orang, tim gabungan telah menemukan 22 orang yang meninggal dunia hingga Senin (6/12/2021) malam.

“Berdasarkan data terkini pada Senin pukul 20.15 WIB, korban jiwa yang tercatat sementara antara lain luka-luka 56, hilang 22 dan meninggal dunia 22,” kata Abdul Muhari, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dikutip dari keterangannya, Selasa (7/12/2021).

Ia merinci, dari jumlah tersebut sebanyak 14 orang korban meninggal dunia teridentifikasi di Kecamatan Pronojiwo dan delapan korban lainnya di Kecamatan Candipuro.

"Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang, posko masih melakukan pendataan dan validasi," imbuhnya.

Sementara itu hingga Senin malam tercatat ada 2.004 warga yang mengungsi. Mereka berada di 19 titik pengungsian yang tersebar di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Pronojiwo, Candipuro dan Pasirian.

Adapun jumlah penyintas tertinggi berada di Kecamatan Candipuro dengan jumlah 1.136 jiwa di enam titik, Pasirian 563 jiwa di empat titik dan Pronojiwo 305 jiwa di sembilan titik. Berikut ini distribusi titik pengungsian warga di tiga kecamatan tersebut.

Abdul pun menjelaskan APG Gunung Semeru juga mengakibatkan kerusakan di sektor permukiman, pendidikan hingga sarana dan prasarana.

"Posko masih terus melakukan pemutakhiran terhadap dampak kerugian material dengan data sementara rumah terdampak 2.970 unit, fasilitas pendidikan 38 unit dan jembatan (Jembatan Gladak Perak) putus satu unit," pungkasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait