Malang – Kiprah Kompol Sutiono, polisi sekaligus relawan yang mengurus dan memakamkan jenazah pasien terjangkit coronavirus disease (COVID-19) di Malang telah terdengar hingga telinga Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz.

Atas jasanya tersebut, Kapolri memberikan apresiasi yang disampaikan secara langsung melalui sambungan video call.

Video call berlangsung ketika tim pemulasaran jenazah berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nasrani di Jalan S Supriyadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, beberapa waktu lalu.

Kompol Sutiono yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan di Polresta Malang Kota tersebut melakukan video call langsung dengan Kapolri, didampingi Kapolresta Malang Kota Kombes Leonardus Simarmata.

"Saya ucapkan selamat, nanti kamu dan tim kamu itu lapor ke Kapolresta. Dan dari Kapolresta langsung ke Kapolda Jatim. Apa yang akan diinginkan, akan difasilitasi dan salam buat teman teman yang lain," ujar Kapolri kepada Sutiono.

Tak hanya itu. Kapolri dalam video call juga memberikan pesan kepada Kapolresta Malang Kota untuk mengirimkan data terkait pemberian reward untuk Kompol Sutiono dan tim pemulasaran jenazah COVID-19 Polresta Malang Kota.

"Saya sudah mendapat laporan dari kapolda. Nanti silahkan di data apa yang akan diberikan reward. Reward nanti akan diberikan melalui kapolda," lanjut Kapolri Idham Aziz kepada Kapolresta Malang Kota.

Percakapan video call itu sendiri berlangsung cukup lama, kurang lebih sekitar 8 menit. Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata juga mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Kapolri.

"Kami ucapkan terima kasih atas apresiasi dan perhatian yang diberikan oleh Bapak Kapolri yang telah berkenan langsung berkomunikasi dengan tim," kata Leonardus secara terpisah.

Mantan Wakapolrestabes Surabaya ini menuturkan bahwa tim selama ini bekerja dengan baik dan solid. Tim awalnya dibentuk untuk memberikan pelatihan pemulasaran jenazah COVID-19 sebagai bentuk sumbangsih kepada masyarakat di tengah pandemi.

Menurutnya, tim pemulasaran jenazah COVID-19 tersebut dibentuk untuk memberikan pelatihan kepada anggota dan masyarakat.

“Namun dengan makin banyaknya yang perlu dimakamkan, maka tim juga ikut membantu memakamkan. Dan selama ini, para anggota tim selalu bekerja ikhlas tanpa meninggalkan tugas pokoknya dan tanpa meminta apapun," tutur Leo.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polresta Malang Kota Kompol Sutiono mengaku terkejut mendapatkan apresiasi dari Kapolri.

"Grogi dan tidak menyangka, apa yang saya lakukan dengan tim mendapat apresiasi dari Kapolri,” ujar Kompol Sutiono.

Menurutnya, ia dan tim pemulasaran jenazah COVID-19 Polresta Malang Kota tidak pernah berpikir sama sekali akan mendapatkan apresiasi.

“Karena saya dan tim selalu bekerja dengan ikhlas. Pokoknya masyarakat membutuhkan, maka akan kami siap membantu," pungkasnya.

Sebelumnya, seluruh anggota tim pemulasaran jenazah COVID-19 Polresta Malang Kota yang berjumlah 6 orang juga mendapatkan apresiasi langsung dari Kapolda Jawa Timur Irjen Mohammad Fadil Imran.

Komentar
paper plane