beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Valuasi: Pengertian, Contoh, Cara Hitung, dan Bedanya dengan Profit

Suci Nabila Azzahra,
2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Valuasi: Pengertian, Contoh, Cara Hitung, dan Bedanya dengan Profit
Image: Ilustrasi. (Pixabay)

Jakarta - Bagi kamu yang sering berkutat pada dunia ekonomi, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah valuasi. Valuasi ini biasanya ditujukan untuk startup bisnis. 

Namun, tahukah kamu, valuasi adalah cara penilaian yang tidak terbatas pada startup. Metode seperti ini bisa pula kamu temukan pada perusahaan konvensional. Tujuan dari valuasi tersebut tidak lain untuk memperoleh nilai ekonomi dari sebuah perusahaan. 

Bagi Urbanreaders yang tertarik untuk berinvestasi atau mendirikan perusahaan rintisan, perlu lebih memahami valuasi mulai dari pengertian, cara menghitung valuasi, faktor, contoh, dan perbedaanya dengan profit. Yuk, simak penjelasan di bawah ini. 

Pengertian Valuasi

Valuasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk memberikan penilaian pada suatu perusahaan dengan melihat manajemen keuangan dan performa ekonomi perusahaan tersebut.

Oleh sebab itu, valuasi adalah hal yang bisa mengalami kenaikan dan penurunan karena bergantung pada bagaimana keadaan ekonomi perusahaan pada suatu periode.

Pada dasarnya perusahaan yang performanya baik adalah perusahaan yang valuasinya ikut naik seiring waktu. Namun, kenaikan ini pun harus diusahakan, jadi perusahaan harus berinovasi secara berkala.

Untuk mengetahui nilai valuasi perusahaan, dilakukan pengecekan dan perhitungan secara berkala oleh perusahaan itu sendiri. Nanti, perusahaan yang akan mengumumkan pada publik berapa nilai valuasinya. Bentuk valuasinya dinyatakan dalam sejumlah angka keuangan.

Cara Menghitung Valuasi

Ada berbagai metode yang dapat kamu gunakan untuk memperoleh valuasi perusahaan. Berikut 4 metode perhitungan valuasi yang kerap digunakan dalam bisnis, yaitu: 

1. Profit Multiplier

Metode pertama adalah profit multiplier. Cara perhitungan valuasi  dilakukan dengan mengalikan profit perusahaan. Contoh, perusahaan mempunyai profit bersih Rp 100 juta per tahun dengan valuasi multiple (VM) sebesar 4. Maka, valuasinya adalah Rp 400 juta. Dari kacamata investor, perusahaan mempunyai potensi keuntungan per tahun sekitar Rp 100 juta untuk modal investasi sebesar Rp 400 juta. 

2. Komparasi

Cara selanjutnya, kamu bisa menggunakan metode yang disebut komparasi. Metode ini bisa kamu lakukan dengan membandingkan bisnis perusahaan dengan usaha serupa yang valuasinya sudah diketahui. Cara seperti ini cukup sederhana, tetapi kamu perlu memperoleh bisnis pembanding yang tepat. Sehingga, kamu akan mendapatkan perbandingkan secara apple to apple

3. Discounted Cash Flow (DCF)

Ada pula metode yang dikenal sebagai DCF. Perhitungan dengan metode DCF dilakukan dengan menggunakan proyeksi arus kas di masa depan. Berbeda dengan metode profit multipler, DCF mempertimbangkan aspek inflasi untuk mendapatkan present value (PV) bisnis perusahaan. 

Perhitungan dengan metode DCF memerlukan estimasi pendapatan serta pengeluaran bisnis dalam beberapa tahun ke depan. Dari situ, kamu bisa memperoleh arus kas bersih. Selanjutnya, perhitungkan discount rate yang akurat setiap tahun untuk memperoleh PV bersih dari profit di masa depan. Di waktu yang sama, kamu memperoleh discounted cash flow. 

Metode perhitungan DCF memungkinkan seorang investor untuk melakukan komparasi sebelum berinvestasi. Dalam prosesnya, mereka dapat mempertimbangkan aspek risiko serta tingkat return yang bisa didapatkan. 

4. Valuasi aset

Metode yang terakhir adalah valuasi aset. Penerapan metode ini cukup sederhana, yakni dengan mempertimbangkan nilai jual keseluruhan aset milik perusahaan. Kamu dapat memperkirakan nilai jualnya dan sekaligus melakukan pembayaran seluruh utang, hasilnya merupakan valuasi bisnis dari perusahaan. 

Faktor yang Mempengaruhi Valuasi

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait