menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URoto

Yuk, Ketahui Cara Kerja Tekanan Angin pada Ban Kendaraan Niaga

Anisa Kurniasih,
7 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Yuk, Ketahui Cara Kerja Tekanan Angin pada Ban Kendaraan Niaga
Image: Ilustrasi kendaraan niaga di jalan raya (Pixabay)

Jakarta - Kecelakaan truk oleng, terguling, dan kehilangan kendali hingga kini masih kerap terjadi. Berdasarkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), 80 persen kecelakaan baik kendaraan pribadi maupun kendaraan niaga terjadi seketika saat ban kempes atau pecah, guys.

Insiden tersebut rupanya dipicu oleh berbagai hal, antara lain kondisi muatan berlebih diluar kemampuan kendaraan dan gaya mengemudi yang kurang baik. 

Namun sebenarnya, penting juga untuk mengetahui apa yang membuat ban bereaksi dengan kondisi tersebut, yaitu dengan memahami cara kerja tekanan angin pada ban. 

FYI, ban dapat mengalami kerusakan hingga pecah jika digunakan dengan tekanan angin yang tidak sesuai dengan muatan beban dan kecepatan mengemudi.

Melihat masalah tersebut, PT. Hankook Tire Sales Indonesia menganjurkan pengendara kendaraan niaga untuk memperhatikan dan memeriksa tekanan angin pada ban secara berkala demi keamanan. 

“Pemeliharaan tekanan angin sangat berpengaruh terhadap kinerja ban, kestabilan mengemudi, kemampuan pengereman yang lebih baik, bahkan penggunaan bahan bakar yang lebih hemat,” ungkap National Sales Manager Hankook Tire Sales Indonesia Ahmad Juweni. 

Nah, biar lebih tahu, Ahmad membagikan tiga cara loh untuk menjaga tekanan angin atau inflasi ban agar menghasilkan kinerja yang optimal, di antarnya

1. Sesuaikan tekanan angin dengan berat muatan (beban) yang diangkut. 

Pengemudi truk maupun manajer armada harus memastikan bahwa tekanan angin sudah sesuai dengan beban yang diangkutnya. 

Usahakan untuk tidak memberikan tekanan angin yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Pasalnya, ban dengan tekanan angin terlalu tinggi dapat menyebabkan aus di bagian tengah, serta membuat ban lebih mengembang secara tidak wajar, sehingga mudah pecah jika terkena benturan. 

Daya cengkram ban juga akan berkurang dan membuat kendaraan terasa melayang saat laju kendaraan tinggi di jalan tol. Ini yang membuat truk sulit dikendalikan dan berpotensi pada kecelakaan.

Selanjutnya, ban yang diisi dengan tekanan rendah juga akan menyebabkan keausan pada bagian sisi ban (shoulder). 

Ban dengan tekanan angin rendah dapat mengalami kerusakan separation (lapisan ban terlepas). Tekanan angin yang rendah membuat laju kendaraan semakin berat, sehingga membuat mesin bekerja lebih keras dan menurunkan efisiensi bahan bakar. 

“Pengemudi kerap kali menyepelekan tekanan angin pada ban, padahal nyawa ban sendiri terletak dari tekanan angin yang ideal. Secara umum, jika beban muatan lebih besar dari standar, maka, tekanan angin harus ditambah dan kecepatan harus dikurangi,” jelas Ahmad dalam keterangan resminya yang dikutip Jumat (23/10/2020).

“Untuk lebih pastinya, Hankook Tire dapat membantu masing-masing fleet customer menghitungkan tekanan ideal untuk masing-masing kendaraan sesuai dengan beban yang diangkut,” kata dia.

1595328270-Hankook-Tire---AM81.pngSumber: Ilustrasi ban mobil (Hankook Tire)

2. Usahakan untuk memeriksa tekanan angin setiap dua minggu sekali atau setiap akan melakukan perjalanan. 

Sebaiknya pengecekan tekanan angin dilakukan saat suhu ban sedang dingin karena saat suhu panas, tekanan angin sedang meningkat sehingga pembacaan tekanan angin menjadi tidak akurat. 

Selain itu guys, alat ukur tekanan angin (pressure gauge) perlu diperhatikan keakuratannya dengan melakukan kalibrasi secara berkala.

3. Perhatikan juga kondisi telapak dan dinding samping ban. 

Jika ditemukan batu-batu atau benda tajam yang menyelip di antara telapak ban agar segera dilepas untuk menghindari kerusakan atau kebocoran ban. Jika ada luka pada telapak ban karena paku atau benda tajam lainnya, segera lepas ban dan perbaiki untuk menghindari kerusakan yang lebih serius.

Menurut President Director Hankook Tire Sales Indonesia Yoonsoo Shin, pasar ban kendaraan niaga di Indonesia masih sangat potensial untuk digarap. 

“Moda angkutan barang di Indonesia masih didominasi oleh arus darat, seperti  mobil, truk, dan bus. Ini karena tarif angkutan darat relatif terjangkau serta dapat memungkinkan pengusaha mengangkut barang dalam jumlah banyak,” ujar Yoonsoo Shin.

Apalagi, kata dia, konektivitas antar wilayah semakin meningkat dengan banyak pembangunan tol dan ruas jalan baru. 

“Untuk itu kami terus memperkuat penjualan pada segmen ini, melalui inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan fleet customer serta perluasan jaringan distribusi,” sambungnya.

Nah, Hankook Tire sendiri selalu berusaha untuk memberikan inovasi produk terbaik untuk pengguna kendaraan niaga, salah satunya adalah produk AM81 yang merupakan ban yang dapat digunakan di medan kombinasi (mixed) yaitu on dan off road condition. 

Desain deep shoulder lug pada tipe ban ini memungkinkan performa traksi dan grip yang tinggi. Wide blocks design untuk memastikan telapak ban yang kuat dan jarak tempuh (mileage) yang panjang serta groove dan block angle design untuk mengurangi batu tertancap pada telapak ban dan chip-out. 

Untuk memahami tekanan angin yang sesuai dengan beban yang dimuat, perawatan dan pengelolaan ban, pelanggan dapat berkonsultasi melalui jaringan resmi distributor Hankook yang tersebar di Indonesia.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait