menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URedu

3 Tips Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Apa Saja?

Shelly Lisdya,
26 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
3 Tips Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Apa Saja?
Image: ilustrasi pembelajaran tatap muka (pinterest/@kurniasepta)

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyatakan, bahwa pembelajaran tatap muka akan diberlakukan pada Juli 2021. Kebijakan ini setelah guru dan tenaga kependidikan sudah divaksinasi.

Namun, orang tua atau wali berhak memilih apakah anaknya akan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Nah, untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka, berikut Urbanasia telah merangkum tips kembali ke sekolah di masa pandemi yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (14/4/2021):

1. Persiapan Orang Tua

1596102703-belajaronlinepixabay.jpgSumber: Ilustrasi orang tua dan anak belajar online. (Pixabay/finelightarts)

Organisasi kesehatan dunia (WHO) memberikan tips kepada orang tua untuk menyiapkan sang buah hati pergi ke sekolah. Tips itu antara lain:

- Pantau kesehatan anak, jangan izinkan anak Anda pergi ke sekolah jika kondisi kesehatan menuru

- Selalu terapkan protokol kesehatan kepada anak. Di sekolah, anak harus selalu menggunakan masker, mencuci tengan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin, selalu memastikan air minum dan toilet bersih, memastikan lingkungan bersih dan bebas dari sampah, mengajarkan anak untuk batuk dan bersin menggunakan tisu atau sikunya, dan menghindari menyentuh wajah, mata, mulut dan hidung

- Berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mempersiapkan anak ke sekolah. Tanyakan apa yang dapat dilakukan dalam mendukung upaya keamanan dan keselamatan anak di sekolah.

2. Patuhi Peraturan Pemerintah

1616637037-sekolah-tatap-muka.jpgSumber: ilustrasi siswa sekolah tatap muka (Pinterest/profesi guru)

Pemerintah selalu menekankan ke masyarakat untuk disiplin patuhi protokol kesehatan guna memutus penyebaran COVID-19.

Beberapa waktu lalu Nadiem mengatakan, pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, kanwil, dan kantor Kemenag wajib melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan.

“Kalau berdasarkan hasil pengawasan terdapat kasus konfirmasi COVID-19, pemerintah pusat, pemerintah daerah, kanwil, kantor Kemenag, dan kepala satuan pendidikan wajib melakukan penanganan kasus dan dapat menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut,” tegas mantan bos ojek online itu.

3. Tips untuk Pendidik

1607403951-Sekolah-tatap-muka-SMP-1-Sby.jpgSumber: Sekolah tatap muka di Surabaya. (Dispendik Kota Surabaya)

Seorang guru mungkin sudah menyadari pengalaman yang dialami siswa selama pembelajaran daring dan tantangan khusus yang dihadapi sekolah ketika pembelajaran tatap muka.

Untuk menciptakan kembali kekompakan antara pelajar dan pendidik, mereka bisa membentuk sebuah tim. Hal ini penting karena karakter siswa bisa saja berubah setelah hampir satu tahun belajar dari rumah. Berikut tipsnya:

Untuk pelajar TK:
-  Ciptakan lagu anak-anak sembari mencuci tangan selama 20 detik yang dianjurkan

- Buat semenarik mungkin kegiatan mencuci tangan, seperti memberikan penghargaan kepada mereka yang sering atau tepat waktu dalam mencuci tangan

- Beri pengertian anak TK untuk selalu menggunakan masker dan tetap jaga jarak agar terhindar dari COVID-19.

Untuk pelajar SD:
- Pastikan mereka dapat melakukan berbagai cara demi menjaga keamanan diri mereka dan orang lain. Seperti menjaga jarak, selalu menggunakan masker, mencuci tangan sesering mungkin, dan mengajarkan etika batuk dan bersin di tempat umum

- Bantu anak-anak memahami konsep dasar pencegahan dan pengendalian penyakit. Pendidik bisa menggunakan visualisasi penyemprotan air berwarna ke selembar kertas putih. Amati seberapa jauh tetesan tersebut bergerak. Ini dapat menjadi panduan anak mengetahui bagaimana virus menyebar. Tentu cara ini harus dijelaskan sesuai dengan usia anak

Untuk jenjang SMP dan SMA:
- Tekankan pada pelajar bahwa mereka dapat melakukan berbagai cara untuk selalu menerapkan protokol kesehatan

- Ajak pelajar untuk tidak termakan informasi hoax terkait COVID-19 dengan memberikan informasi valid sesuai sumber terpercaya dan sesuai usia anak

- Masukkan pendidikan kesehatan yang relevan ke dalam mata pelajaran lain. Gunanya untuk menambah pengetahuan dasar mereka seputar penyakit yang sedang mewabah.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait