Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

4 Fakta di Balik Soal 'Pak Ganjar Tak Pernah Bersyukur' di Buku Pelajaran

Nivita Saldyni,
7 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
4 Fakta di Balik Soal 'Pak Ganjar Tak Pernah Bersyukur' di Buku Pelajaran
Image: Perwakilan Forum Wali Murid Jawa Tengah melaporkan penerbit PT Tiga Serangkai ke Polda Jateng, Senin (15/2/2021). (Antara)

Semarang - Belum lama nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali diperbincangkan.

Namanya kembali ramai karena muncul soal 'Pak Ganjar tak pernah bersyukur' dalam buku pelajaran SD yang diterbitkan PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Kini kasus tersebut kian memanas. PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri bahkan telah dilaporkan ke polisi terkait masalah ini. 

Namun, bagaimana awal mula hal ini terjadi? Bagaimana tanggapan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo? Dan seperti apa perkembangan kasusnya?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, Urbanasia telah merangkum empat fakta di balik kasus viralnya soal 'Pak Ganjar tak pernah bersyukur' berikut ini.

1. Kalimat 'Pak Ganjar Tidak Pernah Bersyukur' di Buku Pelajaran Agama Siswa SD Buat Heboh Netizen

1613569820-soal-pak-ganjar.jpgSumber: Soal di buku pelajaran SD yang menggunakan nama Ganjar. (Twitter @RikaSudjiman)

Kasus ini berawal dari cuitan seorang netizen di Twitter yang membagikan sebuah foto potongan soal dari sebuah buku yang menggunakannnama Ganjar. Dalam soal tersebut, nama Ganjar digunakan untuk menggambarkan sosok yang tak bersyukur.

"Nih soalnya, terbaca jelas kan? Dan katanya nggak cuma di 1 buku, tp 2 buku ajar untuk kelas 3 dan 4 (SD). Hhmmm....bagi saya ini ada keanehan, kyk sistematis dan tersrtuktur. 'Pak Ganjar' piye2 ya identik dengan Gub Jateng idolaku," cuit pemilik akun Twitter @RikaSudjiman, Senin (8/2/2021) lalu.

Ia pun mengaku tak terima nama Gubernur Jateng dijadikan contoh sosok yang punya sifat jelek. Seperti apa yang digambarkan dalam soal tersebut.

"Ora trimo aku rek, Pak Ganjar di elek2," imbuhnya.

Cuitan ini pun sontak membuat netizen curiga. Mereka pun beramai-ramai meminta agar soal dalam buku tersebut segera diusut.

2. Penerbit Bantah 'Pak Ganjar' dalam Buku Adalah Gubernur Jawa Tengah

1613569898-klarifikasi-tiga-serangkai.jpgSumber: General Manager Tiga Serangkai, Admuawan. (YouTube Penerbit Tiga Serangkai)

Setelah viral soal potongan soal yang memuat nama Ganjar, belakangan diketahui bahwa soal tersebut ada dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk siswa SD.

Buku itu diterbitkan oleh PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri yang berbasis di Surakarta, Jawa Tengah.

Menanggapi viralnya hal tersebut, General Manager Tiga Serangkai, Admuawan pun telah memberikan klarifikasi.

Ia mengatakan bahwa buku yang diterbitkan pada 2009 itu tak ada kaitannya dengan Ganjar Pranowo.

"Kami perlu klarifikasi bahwa dalam buku kami yang ada nama Pak Ganjar, itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pak Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. Kenapa? Karena buku itu terbit tahun 2009 yang penulisannya atau penyuntingannya tentunya kan sebelum 2009. Nah saat itu, Pak Ganjar Pranowo kan belum jadi Gubernur seperti sekarang ini," kata Admuawan lewat pernyataan resmi di YouTube Tiga Serangkai, Kamis (11/2/2021) lalu.

Ia menjelaskan bahwa sejak buku itu diterbitkan, nama Pak Ganjar hanyalah contoh nama yang digunakan tanpa ada unsur apapun.

Menurutnya Ganjar dalam buku itu hanyalah sebuah nama, bukan merujuk kepada Gubernur Jateng saat ini.

"Kenapa tidak direvisi? Karena memang kurikulumnya sampai 2013 itu nggak ada revisi. Ketika tahun 2013 ada revisi kurikulum, itu pun tidak total dan hanya sebagian. Sehingga materi terbawa sampai saat ini dan kami sama sekali tidak merasa, tidak kepikiran sama sekali bahwa itu terkait dengan yang banyak disampaikan orang-orang, yang dikaitkan ke politik dan sebagainya," jelasnya.

Ia pun membantah bahwa penerbit Tiga Serangkai merupakan gerakan radikal ataupun penerbit yang intoleran seperti apa yang dituduhkan oleh para netizen. Sebab, ia mengaku Tiga Serangkai adalah penerbit yang menjunjung tinggi kebhinekaan.

"Bisalah diklarifikasi datang ke Tiga Serangkai, seperti apa keadaannya," tukas dia.

3. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo Ngaku Dapat Permintaan Maaf Lewat WA

1613569953-Ganjar-Pranowo---Humas-Pemprov-Jateng.jpegSumber: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Humas Pemprov Jateng)

Sejak viral kasus munculnya 'Pak Ganjar Tidak Pernah Bersyukur' di slaah satu soal dalam buku pelajaran SD, Ganjar sebenarnya telah beberapa kali memberikan tanggapan.

Ia sendiri mengaku biasa saja mendapati hal tersebut dan tak ingin terlalu mempermasalahkannya.

Ganjar pun mengaku telah menerima permintaan maaf dari pihak Tiga Serangkai lewat Kesbangpol. Namun ia belum menerima surat fisiknya hingga Senin (15/2/2021) lalu.

"Sampai hari ini hanya dapat surat permintaan maaf itu pun saya dikirim pakai WA. Tidak dari Tiga Serangkai tapi dari staf Kesbang. Tapi belum pernah mendapatkan surat fisiknya," kata Ganjar kepada wartawan, Senin (15/2/2021) lalu.

Ia pun menilai penggunaan nama Ganjar dalam buku pelaharan adalah hal yang wajar. Ia pun mengaku biasa-biasa saja dengan hal tersebut.

"Saya biasa-biasa saja," pungkasnya.

4. Penerbit Dilaporkan ke Polisi oleh Forum Wali Murid Jawa Tengah

1613569994-tiga-serangkai-dilaporkan-ke-polisi-Antara.JPGSumber: Perwakilan Forum Wali Murid Jawa Tengah melaporkan penerbit PT Tiga Serangkai ke Polda Jateng, Senin (15/2/2021). (Antara)

Meskipun Ganjar Pranowo mengaku biasa-biasa saja, namun banyak warga Jateng, khususnya para wali murid yang tidak terima.

Mereka yang terkumpul dalam Forum Wali Murid Jateng pun melaporkan PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri ke Polda Jateng, Senin lalu.

Dilansir Antara, Tiga Serangkai dilaporkan oleh Forum Wali Murid Jateng ke polisi atas dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Laporan itu disampaikan kepada SPKT Polda Jawa Tengah.

"Kami menduga adanya pelanggaran pidana terhadap perlindungan anak yang dilakukan oleh penerbit buku tersebut," kata Koordinator Forum Wali Murid Jawa Tengah Tangguh Perwira, dikutip dari Antara, Rabu (17/2/2021).

Untuk itu, mereka mendesak polisi segera mengusut perkara ini. Apalagi ia menilai hal tersebut merupakan upaya untuk meracuni dunia pendidikan anak dan mengarahkan pola pikir anak untuk membenci pihak tertentu.

"Upaya meracuni pendidikan anak-anak dengan penerbitan buku sekolah merupakan tindakan yang massif dan terstruktur," sambungnya.

"Kami berharap polisi bergerak cepat karena berkaitan dengan kenyamanan dan kelancaran anak-anak dalam belajar," kata Tangguh.

Pada kesempatan lain, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Iskandar F. Sutisna menjelaskan bahwa kasus buku pelajaran yang mengutip nama Ganjar telah ditangani oleh Direktorat Kriminal Khusus Polda Jateng. Proses bakal dilanjutkan dengan pemeriksaan kepada penerbit.

"Sudah diproses di Krimsus. Sudah diperiksa beberapa pihak untuk dikonfirmasi," katanya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait