menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URguide

5 Tips Menghadapi Rekan Kerja yang Baperan

Itha Prabandhani,
29 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
5 Tips Menghadapi Rekan Kerja yang Baperan
Image: Asyik sendiri dengan teman. Sumber: Freepik

Jakarta - Bekerja dalam tim memang butuh kerja sama yang solid. Selain melakukan tugas dan peran yang dipercayakan pada kita, tak jarang kita mesti menghadapi masalah di luar pekerjaan yang tampak sepele, namun cukup mengganggu. Apa itu? Ya, rekan kerja yang baperan.

Kalau ngomongin bisnis, baper adalah hal pertama yang mesti dibuang, guys. Kalau dalam bekerja masih sensi atau gampang pake emosi, berarti kamu belum benar-benar bersikap profesional.

Memiliki rekan kerja yang sensi, baper, ngambekan, atau gampang tersinggung, bakal menghambat kita menyelesaikan pekerjaan. Apalagi kalau kamu dan dia ada dalam satu rangkaian flow pekerjaan. Inginnya pekerjaan cepat selesai, tapi terkendala rekan kerja yang lagi ngambek. Alhasil, kamu sendiri yang kelabakan dikejar deadline.

Lantas, gimana dong cara menghadapinya?

Operational Business Coach, Ronald Sipahutar, punya beberapa tips nih buat kamu yang mesti menghadapi rekan kerja baperan.

1. Lakukan Pendekatan Personal

1616740170-minta-maaf---freepik-katemangostar.jpgSumber: Ilustrasi minta maaf. (freepik/katemangostar)

Rekan kerja yang selalu pakai perasaan saat bekerja, perlu didekati secara personal. Bukan untuk mengambil hatinya, ya? Setidaknya agar urusan pekerjaan bisa berjalan lancar tanpa kendala.

Karena itu, asah kemampuan interpersonal kamu untuk bisa membuka pembicaraan dua arah dengannya. Kamu bisa coba bertanya apa yang terjadi atau masalah apa yang lagi mengganggu pikirannya sehingga sikapnya kurang bersahabat. Dengarkan keluh kesahnya agar dia merasa dimengerti.

2. Selalu Buka Komunikasi

1610606478-kumpul-dengan-teman.jpgSumber: Ilustrasi kumpul dengan teman. (Freepik)

Penting buat kamu untuk selalu membuka jalur komunikasi pada si baperan ini, guys. Nggak cuma saat kamu butuh bantuan dia aja, tapi juga saat kamu nggak perlu bantuan apa-apa dari dia.

Bersikap ramah dan hangat padanya akan membuat dia merasa bahwa kamu bukanlah ancaman buat dia. Selain itu, menjalin komunikasi yang terbuka akan menghilangkan rasa sungkan saat kamu mesti menghadapi hal-hal yang nggak penting tadi, misalnya ngambek.

3. Temui Secara Langsung

1603772371-pesan-buat-teman-sedih5.jpgSumber: Support teman. (Freepik)

Saat dia lagi badmood dan kamu mesti menyelesaikan pekerjaan dengan segera, jangan terpengaruh dengan moodnya, guys. Temui dia secara langsung dan katakan baik-baik bahwa kamu perlu menyelesaikan pekerjaan ini.

Untuk bisa menyelesaikannya, kamu butuh bantuan dia. Jika perlu, janjikan waktu untuk curhat-curhatan sesudah pekerjaan ini selesai, kalau dia butuh untuk menyalurkan emosinya. Sebaiknya kamu tidak menggunakan media seperti chat atau email saat dia sedang nggak enak hati.

4. Jangan Terpancing Emosi

1598932106-jaga-jarak-emosi.jpgSumber: Ilustrasi teman kantor (Freepik)

Kamu mungkin akan mendapatkan respons yang tidak mengenakkan dari si sensi dan baper ini. Wajar dong kalau hati ikut panas? Tapi, sebaiknya jangan sampai terpancing emosi, guys. Kalau dia bersikap tidak ramah, ketus, atau bahkan marah, sebisa mungkin tidak mengimbanginya dengan emosi yang sama.

Sebaliknya, lakukan pendekatan yang soft dengan bilang, “Kayaknya kamu lagi sensi deh, ada nggak yang aku bisa bantu?” atau “Sori kalau dianggap ikut campur, tapi ada kerjaanmu yang belum selesai, jadi aku juga nggak bisa menyelesaikan kerjaanku.”

5. Laporkan pada Atasan

1606268250-bijak-emosi.jpgSumber: Ilustrasi teman kantor (Freepik)

Nah, kalau kamu sudah coba beberapa hal tadi tapi tetap buntu, saatnyalah kamu eskalasikan masalah ini ke atasan. Sampaikan apa yang terjadi dan mintalah solusi dari atasan. Paling tidak, atasan tahu apa yang membuat pekerjaanmu tidak bisa selesai tepat waktu. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait