Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtainment

Akun Instagram Menghilang, Tarif Endorse Rachel Vennya Beredar

Shelly Lisdya,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Akun Instagram Menghilang, Tarif Endorse Rachel Vennya Beredar
Image: Rachel Vennya. (Instagram @rachelvennya)

Jakarta - Selebgram Rachel Vennya masih ramai diperbincangkan di publik. Bahkan, baru-baru ini bocor dugaan tarif endorse ibu dua anak itu.

Dari informasi yang beredar di media sosial, mantan istri Niko Al Hakim itu diduga mematok tarif endorse mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta untuk berbagai jenis postingan di Instagram.

Mengutip dari postingan yang beredar di Twitter, Sabtu (23/10/2021), berikut tarif endorse Rachel Vennya:

- Tarif endorse Rachel Vennya di IG photo (feed) Rp 45 juta/konten

- Tarif endorse Rachel Vennya di IG multiple (tambahan) Rp 10 juta/konten

- Tarif endorse Rachel Vennya di IG video (feed) Rp 80 juta/konten

- Tarif endorse Rachel Vennya di IGTV Rp 100 juta/konten

- Tarif endorse Rachel Vennya di IG Live Rp 65 juta/jam

- Tarif endorse Rachel Vennya di IG story Rp 12 juta/story dan tambahan Rp 7,5 juta/story

- Tarif endorse Rachel Vennya di IG reels Rp 80 juta/konten

- Tarif endorse Rachel Vennya di TikTok Rp 60 juta/konten

- Tarif endorse Rachel Vennya di YouTube Rp 150 juta

Namun, sejak Jumat (22/10/2021) kemarin akun Instagram @Rachelvennya mendadak menghilang atau tak lagi bisa ditemukan. Netizen berspekulasi mulai dari hilang karena di-report hingga Rachel Vennya sengaja menghilangkan akunnya.

Tak hanya itu saja, mahalnya tarif endorse Rachel Vennya membuat sebagian netizen khawatir dengan online shop yang sudah menggunakan jasa Rachel Vennya.

"Semoga direfund deh. Card rate-nya nggak main-main harganya," kata netizen Twitter.

"Kasihan yang sudah endorse," lanjutnya.

"Iya, mana mahal banget. Sedih banget itu yang ngendorse. Paid promo juga langsung anjlok. Ketar ketir ini para olshop, duitnya puluhan juta bisa balik nggak tuh," sahut netizen.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait