beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URguide

Bisakah Mencintai Dua Orang di saat Bersamaan? Ini Kata Psikolog

Shelly Lisdya,
31 Juli 2022 14.36.49 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Bisakah Mencintai Dua Orang di saat Bersamaan? Ini Kata Psikolog
Image: Ilustrasi selingkuh (Freepik/wavebreakmedia)

Surabaya - Urbanreaders, pernahkah kamu merasakan mencintai dua orang sekaligus dalam satu waktu? Jika iya, tindakan seperti itu apakah dibenarkan?

Pakar Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Universitas Airlangga (UNAIR), Nurul Hartini menyatakan, mencintai dua orang dalam waktu yang bersamaan bukan hal yang tidak mungkin. Itu bisa terjadi pada siapa saja, termasuk dalam pasangan yang sudah menikah.

Nurul pun mencontohkan dalam series My Lecturer My Husband seasons dua, karakter tersebut dimainkan oleh Felix. 

Individu yang belum mencapai tahap kedewasaan, lanjut Nurul, hanya ada ego yang mendominasi energi cintanya, yang dalam konsep Freud dikenal dengan konsep Id. Struktur kejiwaan menurut Freud, yaitu id, ego, dan superego.

“Menganut pada nilai-nilai yang individu yakini, yang akan membingkai intimate relationship; struktur kejiwaan akan mengarah pada respons individu terhadap sesuatu, termasuk perilakunya dalam bercinta,” katanya dikutip Urbanasia, Minggu (31/7/2022).

Individu yang didominasi Id, kepribadian paling dasar dan naluri individu adalah memuaskan nafsu dengan cara menghindari keadaan tidak menyenangkan dan mengejar keadaan yang menyenangkan. Artinya, individu bebas.

Sebab, individu tersebut hanya mengejar kesenangan dan kepuasan nafsu. Kalau orang belum ke jenjang pernikahan dalam konteks cinta romantis dan belum mengikat komitmen satu sama lain, sangat wajar untuk mencintai dua hati. 

“Apalagi individunya juga tidak melakukan apa-apa, cuma berbagi perhatian aja. Apa yang harus disalahkan dalam kondisi yang tidak ada aturan atau norma yang dilanggar. Ya sah-sah aja, kecuali sudah proses menuju pernikahan kemudian membagi cinta ke yang lain, ya saya yakin akan ada yang tersakiti,” imbuh mantan Dekan Fakultas Psikologi UNAIR itu.

Untuk pasangan yang telah menikah, konsep Id tidak dapat diterapkan ketika seseorang memandang atau memiliki ketertarikan pada lawan jenis dan berujung pada rasa ingin memiliki. Hal tersebut akan menyebabkan salah satu pihak tersakiti.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait