beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtainment

Dian Sastrowardoyo Angkat Isu Lingkungan di Film Dokumenter Bara

Putri Nur Aisyah,
9 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Dian Sastrowardoyo Angkat Isu Lingkungan di Film Dokumenter Bara
Image: Acara IdeaTalks Hybrid Live Session Film dokumenter Bara/The Flame (IDEAFEST)

Jakarta - Pada tahun 2021 ini, IDEAFEST yang sudah berjalan selama 10 tahun kembali menghadirkan program-program berkualitas dalam mendukung industri kreatif dengan berbagai forum diskusi interaktif seperti IdeaTalks Hybrid Live Session.

IdeaTalks Hybrid Live Session menghadirkan Dian Sastrowardoyo pendiri dari Yayasan Dian Sastrowardoyo (YDS) dan Chitra Subyakto, pendiri dan direktur kreatif Sejauh Mata Memandang (SMM). Keduanya memaparkan kolaborasi mereka bersama Gita Fara dan Arfan Sabran membuat film dokumenter 'Bara (The Flame)'.

Film ini sebagai salah satu bentuk mengkampanyekan dukungan terhadap pelestarian lingkungan di Indonesia.

Film 'Bara (The Flame)' ini menceritakan bagaimana kesulitan Iber Djamal (77)sebagai penduduk asli untuk mendapatkan sertifikat dan hak atas hutan adat di Kalimantan sebagai hak warisnya.

"Edukasi adalah salah satu pilar utama dari YDS dan penting sekali kita pahami bahwa masalah lingkungan hidup, deforestasi hutan, dan perubahan iklim ekstrim itu adalah masalah serius, sehingga kita perlu mencegahnya dengan melakukan tindakan nyata. Sayangnya, banyak pihak yang tahu namun belum banyak yang peduli," ujar Dian Sastrowardoyo dalam rilis resmi yang diterima oleh Urbanasia pada Sabru (27/11/2021).

Dian Sastrowardoyo berharap bahwa dengan film 'Bara (The Flame)'  ini dapat mengedukasi mayarakat secara efektif dan diskusi yang dilakukan di Ideafest dapat menjelaskan faktor-faktor penting.

Menjaga bumi adalah salah satu pesan utama kami dan hal ini juga yang diangkat oleh film 'Bara (The Flame)'. Kami berharap pesan ini akan semakin luas dan banyak orang semakin sadar untuk berbuat sesuatu dan aktif melindungi hutan di Indonesia,” tambah Chitra Subyakto, pendiri Sejauh Mata Memandang.

Film ini akan tayang eksklusif mulai akhir November 2021 dan mengajak para penontonnya untuk ikut andil dalam pelestarian lingkungan Indonesia. Yayasan Dian Sastrowardoyo dan Sejauh Mata Memandang akan menyapa para penontonya secara langsung di beberapa kota seperti DKI Jakarta, Yogyakarta, Makassar, dan Palangkaraya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait