Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Dorong Terobosan Baru, PENS Resmikan Kantor Sentra Kekayaan Intelektual

Nivita Saldyni,
27 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Dorong Terobosan Baru, PENS Resmikan Kantor Sentra Kekayaan Intelektual
Image: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak resmikan kantor sentra HKI PENS secara simbolik pada Rabu (10/11/2021). (Humas PENS)

Surabaya - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya baru saja meresmikan Kantor Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Kantor itu diresmikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Lantai 5 Gedung Pasca Sarjana Terapan PENS dalam rangkaian 'Karya PENS untuk Bangsa' sebagai bentuk peringatan Hari Pahlawan, Rabu (10/11/2021).

Dalam sambutannya, Emil mengatakan sentra HKI di PENS merupakan bentuk eksistensi dalam dunia pendidikan yang berkontribusi di bidang teknologi dan elektronik. Hadirnya sentra HKI, menurutnya bisa mendorong terobosan-terobosan baru di era digital ini.

"Ternyata penerapan teknologi digital ini mengakselerasi berbagai inovasi lain, baik mekanikal yang menjadi mekatronik ataupun artificial intelegence. Semua ini mendorong terobosan baru yang harus bergegas memanfaatkan itu. Semua bisa dilakukan jika HKI juga clear. Maka kami senang melihat sentra HKI diresmikan," katanya.

Ia pun berharap, adanya sentra HKI membuat PENS sebagai perguruan tinggi politeknik semakin terdorong untuk menciptakan karya-karya dan inovasi baru ke depannya.

"Setelah sentra HKI ada, saya harap ada tindak lanjutnya. Artinya, ada langkah-langkah ke prototyping hingga bahkan ke tahap pra komersial dan komersial.  Ini butuh peran berbagai pihak. Kadang ada inovasi tapi belum ada bisnis model. Di sini perlu keterlibatan banyak pihak untuk mendorong itu," kata Emil.  

"Semoga ke depan PENS makin unggul dengan karya-karya dan inovasinya tidak hanya di Jawa timur, bahkan di skala nasional maupun internasional," harapnya.

Sementara itu, Direktur PENS Aliridho Barakbah mengatakan bahwa selama tiga tahun terakhir pihaknya telah memiliki 109 hak paten dan 173 hak cipta.

Bahkan tahun ini, jumlah inovasi dan penelitian yang akan menjadi HKI meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu, yaitu sebanyak 45 kekayaan intelektual.

“Setiap tahun terdapat 700-800 an tugas akhir dan tesis yang berpotensi bisa dikerjasamakan dengan industri. Belum lagi ada 30-an riset yang didanai oleh Kementerian maupun lainnya,” kata Aliridho.

Nah nantinya, sentra HKI PENS ini akan berperan penting dalam formalisasi karya-karya inovasi dalam bentuk paten, hak cipta, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu dan merek. Sementara, karya-karya tersebut juga diinventarisir dalam e-catalog yang berisi tentang brief description tugas akhir, skripsi dan tesis.

"Sasarannya adalah pihak industri serta masyarakat umum yang tertarik dengan karya-karya tersebut. Unit kerja sama institusi berikutnya akan membawa katalog tersebut ke industri untuk dipresentasikan dan di mapping juga potensi kolaborasi," katanya.

Kemudian, Industri yang tertarik dengan beberapa topik yang ada di katalog tersebut bisa menghubungi unit kerja sama institusi dan melanjutkan ke proses berikutnya. Sementara kampus akan menerima feed back dari industri tentang topik-topik apa saja yang diminatinya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ketika ada topik yang diminati dan dikembangkan, kemudian berpotensi dan ada peluang untuk dikolaborasikan, maka selanjutnya akan diformalisasi dan kapitalisasi knowledge-nya dalam bentuk kekayaan intelektual. Seperti misalnya paten, hak cipta, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu dan merek.

"Harapannya dengan dilakukannya kapitalisasi knowledge dalam bentuk kekayaan intelektual, lalu dengan mendatangkan industri, akan terjadi kooperasi atau kerjasama,” pungkasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait