Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Eks Menlu AS Colin Powell Meninggal Dunia Akibat COVID-19

Shelly Lisdya,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Eks Menlu AS Colin Powell Meninggal Dunia Akibat COVID-19
Image: Mantan menteri luar negeri Amerika Serikat (AS), Colin Powell. (Pinterest/Charlotte Porter)

Jakarta - Mantan menteri luar negeri Amerika Serikat (AS), Colin Powell meninggal dunia di usianya ke 84 karena terpapar COVID-19.

Pihak keluarga mengungkapkan bahwa mantan seorang perwira tinggi militer dan penasihat keamanan nasional AS itu meninggal selain karena virus corona juga karena penyakit komplikasi.

Powell meninggal pada Senin (18/10/2021) di rumah sakit militer dekat Washington.

"Kami telah kehilangan suami, ayah, kakek, dan orang Amerika yang luar biasa dan penyayang," kata keluarganya, dikutip Reuters, Selasa (19/10/2021).

Dari keterangan pihak keluarga, Powell sudah divaksin dua kali. Namun, ternyata imun tubuhnya kalah karena penyakit komplikasi.

Seorang rekan Powell yang enggan disebutkan namanya mengatakan, Powell menderita multiple myeloma, kanker darah yang sedang dalam remisi, dan penyakit Parkinson stadium awal.

Kanker darah mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan menempatkan orang pada risiko yang lebih tinggi untuk kasus virus yang parah. 

Sekadar diketahui, Powell merupakan warga keturunan kulit hitam pertama yang menjabat sebagai Menlu AS. Eks jenderal militer AS itu pernah menjabat sebagai penasihat keamanan nasional di bawah Presiden Ronald Reagen pada 1987 hingga 1989.

Powell adalah seorang prajurit profesional terkemuka dan perintis yang membawa kariernya semakin melaju pesat.

Setelah menang dari tugas tempur di Vietnam, ia kemudian menjadi penasihat keamanan nasional kulit hitam pertama selama akhir kepresidenan Ronald Reagan dan ketua Kepala Staf Gabungan Afrika-Amerika termuda dan pertama di bawah Presiden George HW. 

Popularitas nasionalnya melonjak setelah kemenangan koalisi pimpinan AS selama Perang Teluk, dan untuk sementara waktu di pertengahan 90-an, ia dianggap sebagai pesaing utama untuk menjadi presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat. 

Powell juga pernah menjadi Kepala Staf Gabungan Militer di bawah pimpinan George H.W Bush, selama Perang Teluk 1991 berkecamuk.

Saat itu pasukan AS di bawah komando Powell berhasil mengusir pasukan Irak dari negara tetangga Kuwait.

Powell juga dikenal sebagai sosok yang moderat di partai Republik sekaligus pragmatis. Powell juga pernah mempertimbangkan tawaran untuk menjadi presiden kulit hitam pertama di AS pada 1996.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait