menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URguide

Founder 'Mau Ngaji': Berawal dari Keinginan Sejahterakan Guru Ngaji

Griska Laras,
8 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Founder 'Mau Ngaji': Berawal dari Keinginan Sejahterakan Guru Ngaji
Image: Quran/Freepik

Jakarta – Saat ini banyak kemudahan yang bisa didapatkan melalui teknologi. Kita bisa membeli makanan, membayar tagihan, hingga mencari guru ngaji dengan smartphone.

Yap, siapa pun yang ingin belajar mengaji sudah nggak perlu repot mencari guru privat ke sana-sini. Tinggal buka Apps Store, beragam aplikasi belajar Quran pun bermunculan. Salah satunya adalah Mau Ngaji.

Aplikasi mobile yang mempertemukan guru ngaji dan murid ini pertama kali diperkenalkan oleh Muhammad Khodir.  

Berawal dari keinginan dakwah melalui digital dan menyejahterakan guru ngaji, sarjana ekonomi STIE Indonesia Banking School ini mulai merintis Mau Ngaji pada 2019.

1619600075-Mau-Ngaji-2.jpgSumber: Tangkapan layar Mau Ngaji

“Dulu sewaktu kuliah saya aktif sebagai remaja masjid. Tapi setelah kerja saya cuma punya waktu sedikit buat dakwah. Jadi saya kepikiran bagaimana caranya bisa berdakwah dengan teknologi supaya bisa berdampak lebih luas,” cerita Khodir saat dihubungi Urbanasia.  

“Selain itu saya juga melihat guru ngaji di Indonesia masih banyak yang mengalami kesenjangan ekonomi. Based on data yang saya baca dari laman berita, 50 persen guru ngaji di Purwakarta beralih jadi buruh dan ojek karena merasa nggak bisa menghidupi keluarganya dengan profesi tersebut. Di sisi lain, nggak ada wadah buat cari murid yang bisa diajarkan,”sambungnya.

Saat ini ada sekitar 189 mitra yang bergabung dengan aplikasi Mau Ngaji. Menurut Khodir, jumlah itu terus dikurasi tiap bulan berdasarkan keaktifan anggota.  

“Alhamdulillah saat ini ada sekitar 189 guru ngaji yang aktif dan sudah tersejahterakan. Mereka dapat penghasilan tambahan paling tinggi Rp 11 juta per 6 bulan. Jadi sebulan itu mereka bisa menghasilkan Rp 500 ribu – Rp 1 juta. Kalau mereka full ngajar mungkin bisa dapat Rp 3 juta – Rp 3.5 juta per bulan,” ungkap Khodir.

Impian Berantas Buta Huruf Arab dan Dakwah Se-Asia Tenggara

Bicara soal visi, Khodir berharap Mau Ngaji bisa membantu mengurangi tingkat buta huruf Arab di Indonesia.  

Berdasarkan riset yang dilakukan Institute Ilmu Quran (IIQ) pada 2018, tingkat buta huruf Arab di Indonesia masih tinggi, yakni sekitar 65%. Padahal Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

“Masih banyak umat muslim Indonesia yang belum bisa baca Quran. Ini kan miris banget karena muslim di Indonesia paling banyak. Lewat aplikasi ini saya mau mengentaskan buta huruf Arab di Indonesia sambil terus berdakwah secara digital. Maksimal target saya bisa memperluas dakwah se- Asia Tenggara,” jelas Khodir.

Chief Operating Officer (COO) Mau Ngaji, Verdi Yoana, menyebut impian itu terus dikejar dengan menetapkan target 1 juta orang fasih baca Quran dalam setahun

“Target kita membuat 1 juta anak muda di Indonesia bisa baca Quran dalam setahun,” timpal Verdi.

Progres Mau Ngaji bisa dibilang cukup cepat. Dalam dua tahun, aplikasi tersebut sudah diunduh lebih dari 5 ribu orang dengan rating 4,7.

Penggunanya berasal dari berbagai wilayah Indonesia, bahkan ada juga yang dari luar negeri seperti Arab Saudi, Singapura, hingga Jepang.

Di aplikasi ini pengguna bisa memilih guru ngaji sesuai gender dan  kualifikasi. Tarifnya pun cukup terjangkau, mulai dari Rp 50 ribu per satu kali pertemuan online.  

1619600067-Mau-Ngaji.jpgSumber: null

“Kita punya banyak pilihan paket ngaji yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk kelas online personal, hanya Rp 50 ribu per pertemuan. Kalau yang keluarga biasanya Rp 75 -100 ribu per pertemuan,” terang Verdi.

“Sementara buat pengguna yang mau ngaji offline privat Rp 100 ribu datang ke rumah. Kalo buat keluarga dan kelompok sekitar Rp 150 ribu - Rp 200 ribu,” lanjutnya.

Pembayarannya juga sangat mudah. Pengguna bisa membayar secara digital melalui transfer bank atau e-wallet seperti GoPay

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait