Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtech

Ini Cara Facebook Jauhkan Remaja dari Konten Berbahaya

Afid Ahman,
12 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Ini Cara Facebook Jauhkan Remaja dari Konten Berbahaya
Image: Ilustrasi facebook (Freepik)

Jakarta - Belakangan ini Facebook dihujani kritikan karena dianggap bahaya bagi pengguna belia. Seolah melawan, media sosial yang dibikin Mark Zuckerberg ini berupaya untuk menjadi teman aman bagi remaja.

Laporan CNN menyebutkan Wakil Presiden Global Affair Facebook, Nick Clegg mengatakan pihaknya akan mengeluarkan langkah-langkah baru pada aplikasinya guna mendorong remaja menjauh dari konten berbahaya.

“Kami akan memperkenalkan sesuatu yang menurut saya akan membuat perbedaan besar, di mana sistem kami mencatat ketika remaja melihat konten yang sama berulang kali dan konten itu mungkin tidak kondusif untuk kesejahteraan mereka, kami akan mendorong mereka untuk melihat konten lain," kata Clegg.

Selain itu, kami memperkenalkan sesuatu yang disebut, 'take a break', di mana kami akan mendorong remaja untuk berhenti sejenak dari menggunakan Instagram," imbuhnya.

Dia pun mengungkapkan keterbukaan terhadap gagasan membiarkan regulator memiliki akses ke algoritme Facebook yang digunakan untuk memperkuat konten.

Namun, Clegg mengatakan dia tidak dapat menjawab pertanyaan apakah algoritmenya memperkuat suara orang-orang yang telah menyerang US Capitol pada 6 Januari lalu.

Sebelumnya mantan karyawan Facebook, Frances Haugen, bersaksi di Capitol Hill tentang bagaimana perusahaan membujuk pengguna untuk terus scrolling media sosial tersebut, dan ia nilai membahayakan kesejahteraan dan kesehatan mental remaja.

Saya meyakini produk Facebook membahayakan anak-anak, memicu perpecahan dan melemahkan demokrasi kita," ujarnya.

Perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu dituding lebih memilih mengeruk keuntungan ketimbang keamanan penggunanya dari ujaran kebencian dan misinformasi.

“Kepemimpinan perusahaan tahu bagaimana membuat Facebook dan Instagram lebih aman, tetapi tidak akan membuat perubahan yang diperlukan karena mereka telah menempatkan keuntungan mereka setinggi langit di atas kepentingan masyarakat,” kata Haugen.

Perempuan yang sempat menjabat sebagai  Manajer Produk Facebook ini  merasa bersyukur atas gangguan pada layanan Facebook beberapa hari lalu yang mempengaruhi para penggunanya di seluruh dunia.

"Kemarin kita melihat Facebook mengalami gangguan dan tak bisa diakses. Saya tidak tahu mengapa itu terjadi, tetapi saya tahu bahwa selama lebih dari lima jam, Facebook tidak digunakan untuk memperparah perpecahan, mengacaukan demokrasi, dan membuat remaja putri dan kaum perempuan merasa buruk tentang tubuhnya," tuturnya.

Dia meminta kongres untuk menindak Facebook sehingga terjadi perubahan yang lebih baik.
 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait