beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Kenali Risiko Cacar Monyet pada Ibu Hamil

Griska Laras,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kenali Risiko Cacar Monyet pada Ibu Hamil
Image: Perbedaan cacar air dan cacar monyet/Freepik Marinademidiuk.

Jakarta - Kasus suspek cacar monyet atau monkeypox di Jawa Tengah sedang menjadi perhatian. Meski tidak berbahaya, penyakit cacar monyet cukup berisiko pada kelompok tertentu. 

Ibu hamil termasuk dalam kelompok yang rentan terpapar virus ini. Konsultan penyakit tropik dan infeksi RSUPN Cipto Mangunkusumo dr Robert Sinto mengatakan infeksi cacar monyet di masa kehamilan dapat membahayakan calon ibu. 

Tak hanya berbahaya bagi ibu, virus juga bisa menular ke janin lewat aliran darah melalui plasenta. 

“Virus cacar monyet dapat ditularkan ke janin selama kehamilan,” kata Dokter Spesial Kulit dan Kelamin, Arini Astasari Widodo, kepada Urbanasia.   

Lalu apa dampak infeksi cacar monyet bagi ibu dan janinnya? 

Berdasarkan beberapa kasus yang terjadi di Afrika, infeksi cacar monyet pada ibu hamil bisa menyebabkan keguguran dan kelahiran prematur. Risiko keguguran meningkat di trimester pertama dan kedua. 

1649652409-image-3-hamil.jpegSumber: Tips Aman Berpuasa untuk Ibu Hamil (freepik/odua)

“Komplikasi pada kehamilan yang telah dilaporkan pada kasus infeksi monkeypox selama kehamilan diantaranya dapat terjadi keguguran spontan dan lahir mati pada bayi, persalinan prematur dan infeksi monkeypox pada bayi baru lahir," jelas dr Arini. 

“Tapi untuk frekuensi dan faktor risiko untuk tingkat keparahan komplikasi pada kehamilan masih belum diketahui,” lanjutnya.

Penularan monkeypox juga bisa terjadi pada bayi yang baru lahir lewat kontak erat dengan ibu yang terinfeksi. Dokter Arini mengatakan proses menyusui harus ditunda sampai gejala pada ibu sembuh.

“ASI adalah sumber nutrisi terbaik bagi kebanyakan bayi baru lahir. Tapi mengingat virus disebarkan melalui kontak dekat, menyusui harus ditunda sampai kriteria penghentian isolasi terpenuhi". 

Para ahli juga tidak menyarankan pemberian ASI perah meski saat ini belum ada bukti bahwa ASI bisa menjadi medium penyebaran virus monkeypox.

“ASI yang dikeluarkan dari pasien yang simtomatik atau terisolasi harus dibuang saat penundaan menyusui. Untuk menghindari bayi terkena virus Monkeypox secara tidak sengaja, pengasuh yang sehat dapat memberi ASI donor yang dipasteurisasi atau susu formula bayi,” paparnya. 

Nah untuk mencegah penularan cacar monyet, ibu hamil dianjurkan untuk menjaga kebersihan diri. Selain itu, pencegahan juga bisa dilakukan dengan menghindari kontak dengan orang - orang yang mengalami gejala monkeypox. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait