Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Lars Vilks Pembuat Kartun Nabi Muhammad Tewas Kecelakaan

Shelly Lisdya,
20 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Lars Vilks Pembuat Kartun Nabi Muhammad Tewas Kecelakaan
Image: Lars Vilks. Sumber: Wikimedia Commons

Swedia — Seorang kartunis asal Swedia, Lars Vilks yang membuat sketsa kepala Nabi Muhammad pada tubuh anjing dilaporkan telah meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. 

Mengutip dari laman BBC, media lokal melaporkan jika Lars Vilks (75) mengendarai mobil polisi yang berbelok ke sisi jalan yang salah dan bertabrakan dengan sebuah truk hingga membuatnya tewas.

Menurut outlet berita Swedia Expressen, kedua kendaraan terbakar dan sopir truk langsung dibawa ke rumah sakit dengan luka serius. Dua petugas polisi yang bertugas melindungi Vilks juga tewas.

Kecelakaan itu sedang diselidiki oleh kantor kejaksaan khusus. Tabrakan itu terjadi tepat sebelum pukul 3 sore di Markaryd, Provinsi Kronoberg, Swedia pada Minggu, 3 Oktober 2021.

"Dengan cemas dan sedih saya menerima berita bahwa kami berdua rekan dan petugas keamanan kami meninggal sore ini," kata Kepala Polisi Nasional Anders Thornberg dikutip Urbanasia, Senin (4/10/2021).

"Pikiran saya tertuju pada kerabat, keluarga, teman, dan rekan kerja mereka. Saya juga berhubungan dengan polisi di wilayah tersebut untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan," tambahnya.

Sebelumnya, Vilks menerima banyak ancaman karena menggambar sketsa Nabi Muhammad dengan tubuh anjing pada tahun 2007. 

Pada tahun 2015 seorang pria bersenjata Omar El-Hussein melepaskan tembakan ke depan kafe Krudttonden tempat Vilks ikut serta dalam debat tentang kebebasan berbicara. 

Sementara itu Colleen LaRose, 51, dari Pennsberg, Pennsylvania, mengaku bersalah berkonspirasi untuk membunuh Vilks pada tahun 2011 dan dihukum pada tahun 2014. 

Selama ini Vilks memang hidup dalam perlindungan polisi setelah menjadi target ancaman mati karena kartun Nabi Muhammad yang ditampilkan.

 

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait