Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Mengenal Obligasi, Keuntungan dan Kerugiannya

Kintan Lestari,
9 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mengenal Obligasi, Keuntungan dan Kerugiannya
Image: Ilustrasi Saham. (Pixabay)

Jakarta - Salah satu instrumen untuk investasi adalah obligasi. Apa sih obligasi itu? Melansir situs OJK, obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat diperjualbelikan. 

Sementara berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, definisi obligasi adalah:

1. Surat pinjaman dengan bunga tertentu dari pemerintah yang dapat diperjualbelikan.

2. Surat utang berjangka (waktu) lebih dari satu tahun dan bersuku bunga tertentu, dikeluarkan oleh perusahaan untuk menarik dana dari masyarakat guna menutup pembiayaan perusahaan.

Obligasi atau surat utang bisa diterbitkan oleh negara maupun korporasi. Pada umumnya, ada tiga jenis obligasi, yaitu obligasi pemerintah, korporasi, dan ritel. 

1. Obligasi Pemerintah, yakni surat utang yang diterbitkan pemerintah. Contohnya adalah Surat Utang Negara (SUN), Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dan Obligasi Tabungan.

2. Obligasi Korporasi, yakni surat utang yang diterbitkan perusahaan, baik BUMN maupun BUMD.

3. Obligasi ritel, yakni surat utang yang diterbitkan pemerintah untuk dijual pada individu melalui agen yang ditunjuk.

Perbedaan Obligasi dan Saham

Sama-sama instrumen investasi, banyak yang mengira obligasi dan saham sama. Padahal, obligasi berbeda dengan saham. 

Perbedaan obligasi dan saham yaitu hak kepemilikan saham ada pada pemegangnya, sekecil apapun itu. Sementara pemilik obligasi bukanlah pemilik sebenarnya, melainkan hanya memberikan utang pada perusahaan. Maka dari itu, pemilik obligasi tidak punya hak suara. 

Perbedaan lain antara obligasi dan saham ialah jangka waktunya. Pemilik saham tidak dibatasi waktu tertentu, asalkan perusahaan tempat dia menanam saham masih ada, maka ia masih berhak akan keuntungan dari perusahaan tersebut. 

Akan tetapi pemilik obligasi punya jangka waktu tertentu. Di Indonesia jangka waktu berlaku obligasi umumnya adalah 1-10 tahun.

Dan perbedaan selanjutnya antara kedua instrumen tersebut ada di besaran keuntungannya. Keuntungan yang didapatkan saham cenderung fluktuatif, sementara keuntungan dari obligasi stabil.

1632738851-Ilustrasi-investasi-saham-(Pixabay---Firmbee).jpgSumber: Ilustrasi investasi saham (Pixabay/Firmbee)

Keuntungan dan Kerugian Obligasi

Yang namanya berinvestasi tentu kita akan dihadapkan pada keuntungan dan kerugian. Adapun berikut keuntungan dan kerugian obligasi.

Keuntungan Obligasi

- Pendapatannya stabil (fixed income) berupa bunga atau kupon
- Risiko yang ditanggung lebih rendah
- Pemilik obligasi bisa mendapatkan capital gain dari hasil memperjualbelikan obligasinya

Kerugian Obligasi

- Harga jualnya rendah bila diperjualbelikan sebelum jatuh tempo
- Rentan terhadap perubahan suku bunga, ekonomi, serta kondisi politik yang tidak stabil
- Investor bisa merugi karena penerbit obligasi bisa saja tidak bisa membayar obligasinya

Itu dia pengertian obligasi, bedanya dengan saham, beserta keuntungan dan kerugian berinvestasi di instrumen tersebut. Semoga informasinya bermanfaat!

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait