URnews

Atlas Junior: Yuk Ajak Anak Menjelajah Indonesia!

Norvi Handayati, Kamis, 26 Agustus 2021 15.30 | Waktu baca 5 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Atlas Junior: Yuk Ajak Anak Menjelajah Indonesia!
Image: Ilustrasi Atlas Junior. (BIG)

Jakarta - Tahukah kamu, berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, KemenPPA 2020, setidaknya 1 dari 3 atau 31,6% atau tepatnya 84,4 juta dari seluruh populasi penduduk Indonesia, ada di rentang usia anak, 0-17 tahun?

Ini artinya, 1/3 nasib masa depan bangsa, ditentukan oleh ketepatan kebijakan penangangan anak. Langkah yang salah akan menggerus masa depan bangsa.

Betapa pentingnya penanganan tumbuh kembang anak, juga telah jadi perhatian sejak dahulu kala. Bahkan jadi kearifan suku bangsa-suku bangsa di dunia. Salah satu yang dapat diikuti jejak kearifannya adalah yang dilakukan Suku Bangsa Aborigin dan Torres. Mereka lazim melakukan upacara yang disebut sebagai “Welcome Baby to Country”.  

Pada event ini dilakukan upacara menyambut kelahiran anak yang dihadiri para kerabat, sesepuh maupun anggota komunitas tempat anak dilahirkan. Momentum terpenting dari upacara, adalah diberikannya sertifikat dan selimut bagi setiap anak. Selimut ini merupakan hasil kerajinan tangan sejumlah Bibi dari komunitas. Makna simboliknya, pernyataan kesungguhan dari seluruh komunitas, untuk turut membesarkan anak. Dalam pandangan suku bangsa ini, membesarkan anak tak hanya butuh asupan gizi, kasih sayang dan perlindungan orang tua.

Seluruh anggota komunitas harus turut menyediakan lingkungan yang baik bagi perkembangan anak. Para tetua harus mencegah perilaku buruk, agar tak ditiru anak, seraya siap mewariskan nilai-nilai baik, sebagai teladan hidup. Butuh satu komunitas, bahkan satu negara, untuk membesarkan seorang anak, demikian welcome baby to country, jika diterjemahkan dalam bahasa sehari-hari. 

Menumbuhkembangkan Anak di Tengah Pandemi COVID-19 

Kesadaran bahwa anak merupakan generasi penerus, menuntut sikap serius satu negara. Penerapannya, di masa pertumbuhan dan perkembangan fisik, kognisi, maupun emosional anak, wajib dijamin tersedianya faktor material maupun idealisme yang berkualitas. Ini bakal jadi asupan fisik dan mental anak. Sayangnya, kesadaran dan semangat menyediakan semua kebaikan itu, sedikit terganggu. Ini terjadi akibat pandemi COVID-19.

Penanganan pandemi yang melahirkan sejumlah pembatasan, mempengaruhi proses pendidikan anak. Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan pemerintah, mengharuskan anak-anak bermain dan belajar di rumah. Pembatasan interaksi tatap muka, dengan program belajar daring sebagai gantinya, tentu mempengaruhi pola belajar yang telah lama terbentuk. Kegiatan belajar jarak jauh, dengan diperantarai gawai, perangkat teknologi informasi, tak sepenuhnya mampu menggantikan fungsi dan peran pembelajaran konvensional.

Bahkan penggunaan gawai yang terus-menerus berpotensi mengganggu proses tumbuh kembang, dan memicu munculnya adiksi gawai pada anak. Keadaan ini jadi buah simalakama bagi para orang tua, pendidik maupun negara. Mengalihkan proses pendidikan dengan diperantarai gawai dapat jadi jalan keluar bagi transfer informasi pendidikan, di masa pandemi. Namun juga jadi pintu masuk bagi munculnya pengaruh buruk, penggunaan intensif gawai.

Di sinilah peran komunitas: orang tua, guru, masyarakat bahkan negara untuk mencegah anak, jadi korban gawai. Semua pihak wajib meliterasi anak, melek terhadap manfaat maupun kerugian yang dibawa oleh teknologi. Termasuk tak menyebarkan informasi yang merugikan proses tumbuh kembang anak.

Mewujudkan tuntutan itu, jauh sebelum pandemi COVID-19 terjadi, BIG (Badan Informasi Geospasial) telah meluncurkan sebuah buku yang bisa jadi pilihan orang tua untuk belajar dan bermain bagi anak.  Buku itu, “Atlas Junior Serunya Menjelajah Indonesia”, diterbitkan pada tahun 2015. Buku ini pun dipublikasi untuk mengenalkan wilayah Indonesia kepada anak-anak sejak dini. Jika kamu berminat, e-book-nya bisa diunduh di link berikut ini.

“Atlas Junior Serunya Menjelajah Indonesia”, merupakan produk geospasial yang dihasilkan oleh BIG melalui Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas.

Dengan menggunakan personifikasi tokoh Kaka dan Kiki, sebagai pemandu cilik, serta Tuki Si Kakak Tua Pintar, anak-anak akan mengenal beragam wilayah dan budaya Indonesia  yang tersebar di 34 provinsi. Darinya, anak-anak belajar mengenal dan mencintai tanah airnya. 

Lewat buku setebal 94 halaman ini, secara sistematis anak-anak diajak berkenalan dengan sistem tata surya, dengan cara mengingat nama-nama planet di tata surya. Ini berurutan dari matahari, diikuti planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Pada halaman berikutnya, akan disajikan peta dunia dan letak Indonesia di peta dunia, yang dilengkapi juga peta Indonesia. Anak-anak juga akan diajak menghafalkan butir-butir Pancasila. 

Sebelum beralih ke peta provinsi-provinsi Indonesia, Kaka dan Kiki mengajak anak-anak mempelajari legenda umum yang ada pada peta. Legenda itu seperti simbol-simbol dan singkatan-singkatan, sebagaimana peta bagi pemakai dewasa, hanya saja di sini disajikan dengan cara yang menarik anak-anak. Anak-anak juga akan dikenalkan tentang definisi skala dan jarak pada peta, arah dan posisi mata angin, simbol dan warna yang sering digunakan pada peta.

Tak hanya itu, pada anak-anak juga diajarkan cara membaca peta dan menentukan posisi dalam peta. Kaka, Kiki dan Tuki selanjutnya mengajak anak-anak menjelajah ke 34 provinsi di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Di setiap provinsi, akan ditampilkan kekayaan alam dan budayanya, sehingga anak-anak bisa belajar tentang ibukota provinsi, batas provinsi, rumah adat, pakaian adat, tarian tradisional, alat musik tradisional, sampai tanaman dan binatang khas dari provinsi tersebut. 

Melalui metode belajar yang sederhana dan menyenangkan ini, anak-anak akan merasakan serunya menjelajahi Indonesia sambil belajar, sekaligus memperkuat ikatan dengan orang tua. Dan sebagai penghilang bosan, permainan-permainan seru dan edukatif telah disiapkan. Permainan-permainan itu bertujuan untuk menambah pemahaman terhadap isi buku agar anak-anak makin pintar. 

Para orang tua tak perlu khawatir menemui kesulitan, membimbing anak-anaknya. Ini karena Atlas Junior dilengkapi dengan petunjuk pembimbing yang dapat membantu memberikan penjelasan kepada anak. Kabar baiknya, para orang tua bisa langsung mengunduh e-book Atlas Junior, dan mencetaknya secara mandiri untuk mengurangi penggunaan gawai pada anak. 

Atlas Junior diharapkan dapat membantu stimulus perkembangan anak-anak, sekaligus menambah pengetahuan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Adanya Atlas Junior juga diharapkan mampu meningkatkan tingkat minat baca pada anak-anak. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, kita unduh!

 

**) Penulis merupakan Pranata Humas Pertama di Badan Informasi Geospasial (BIG)

**) Tulisan ini merupakan tanggung jawab penulis secara pribadi, bukan pandangan Urbanasia

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait