Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtech

Nonaktifkan Centang Biru WhatsApp Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Pakar

Shinta Galih,
11 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Nonaktifkan Centang Biru WhatsApp Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Pakar
Image: Ilustrasi Whatsapp (Pixabay-jorge)

Jakarta - WhatsApp memiliki fitur yang menampilkan centang biru pada pesan yang dikirimkan. Namun, ketika fitur tersebut dinonaktifkan malah dinilai tidak beradab.

Hal tersebut diungkap akun Twitter @habibiequotes. "Jangan sembunyikan centang biru. Menonaktifkan atau menyembunyikan tanda centang biru pada Whatsapp termasuk perilaku tidak memiliki adab, tidak menghargai orang lain, tidak jujur atau berbohong dalam komunikasi," tulisnya.

Postingan tersebut kemudian viral setelah dibagikan ulang oleh akun @AREAJULID. lantas apakah benar orang yang menonaktifkan centang biru di WhatsApp tidak beradab?

Tanda centang di WhatsApp menandakan status pesan. Ada tiga jenis centang pada WhatsApp, yaitu centang satu, centang dua abu-abu, dan centang dua biru.

Ketiganya mempunyai perbedaan arti. Centang satu untuk menandakan pesan yang telah dikirim namun tidak atau belum diterima pemilik nomor.

Centang dua abu artinya pesan berhasil dikirim dan diterima namun belum dibaca. Namun centang dua abu ini mungkin saja menandakan si penerima pesan menonaktifkan pengaturan centang birunya.

Sementara centang dua biru menandakan pesan terkirim dan telah dibaca pemilik nomor. Tanda centang biru pada grup ditampilkan ke semua peserta grup yang telah membaca pesan Anda.

WhatsApp memungkinkan pengguna menonaktifkan centang biru. Tujuannya untuk lebih menjaga privasinya.

Namun menurut etika berkomunikasi seperti dilansir dari Reader's Digest, menjaga kenyamanan antara dua belah pihak menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam berkirim pesan digital.

Seseorang tidak diperkenankan membiarkan orang lain terlalu lama menunggu balasan. Jika sibuk atau tidak sanggup lagi terlibat dalam percakapan, maka sampaikan agar orang lain tidak kecewa.

Sementara menurut Dr Emrus Sihombing, Komunikolog Indonesia,  dilihat dari berbagai perspektif, ponsel merupakan media komunikasi dengan siapapun.

Saat berkomunikasi melalui Whatsapp, berarti ada niat atau kepentingan yang ingin disampaikan kepada orang yang menerima pesan. Sehingga interaksi yang dilakukan harus timbal balik.

Hanya saja ponsel juga termasuk ruang privasi atau kepentingan pribadi. Jadi hak dari pengguna WhatsApp tersebut untuk menonaktifkan centang biru dan tidak menjawab pesan.

Etis atau tidaknya, kata Emrus, menonaktifkan centang biru di WhatsApp tergantung dari perspektif orang yang melihat.

Jika pesan yang diterima merupakan sesuatu yang penting, sebaiknya segera menjawab.

Kalau pesan yang didapat justru berisi ancaman, modus penipuan atau hal-hal yang membahayakan, maka hendaklah si penerima bersikap bijak.

"Ia bisa menyampaikan dengan baik bahwa ia tidak berkenan dengan pesan yang dikirimkan. Dengan begitu etika komunikasi akan terus dibudayakan," ujarnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait