beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Pandemi Tak Kunjung Usai, Pemerintah Pertimbangkan Vaksin Dosis Empat

Itha Prabandhani,
24 Juli 2022 17.16.49 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Pandemi Tak Kunjung Usai, Pemerintah Pertimbangkan Vaksin Dosis Empat
Image: Ilustrasi vaksinasi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya)

Jakarta - Menyusul adanya prediksi pandemi COVID-19 yang berkepanjangan, pemerintah tengah mempertimbangkan untuk menambah dosis vaksin bagi masyarakat, yaitu vaksin dosis empat. Demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, Mohammad Syahril, atas prediksi para pakar epidemiologi tentang status pandemi COVID-19 di dunia.

Vaksin dosis empat atau booster kedua, tengah dipertimbangkan pemerintah, mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang tak kunjung berakhir. Menurut Syahril, vaksin dosis empat telah mulai dilakukan di beberapa negara.

“Beberapa negara sudah mulai dosis empat (booster) kedua. Perencanaan itu sudah ada pertimbangannya di Indonesia, karena pandemi jangka panjang,” kata Syahril seperti dikutip dari Antara, Sabtu (23/7/2022).

Syahril mengatakan sejumlah pakar epidemiologi memperkirakan status pandemi COVID-19 di dunia akan berlangsung dalam waktu yang cukup panjang.

Sementara itu, para pakar ilmu kesehatan telah menyimpulkan bahwa vaksin COVID-19 dosis lengkap primer serta dosis penguat (booster) sebagai penambah daya tahan tubuh, dapat menurun dalam waktu enam bulan.

“Masa aktif atau respons vaksin antibodi setelah enam bulan menurun,” katanya.

Lebih lanjut, Syahril mengungkapkan apabila terjadi pandemi berkepanjangan, ada kemungkinan rekomendasi dari berbagai pihak untuk penyelenggaraan program vaksinasi booster kedua.

Dorongan agar pemerintah segera menggelar vaksinasi dosis empat salah satunya dilakukan oleh Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman.

Menurut Dicky, vaksin dosis empat penting untuk beberapa kelompok rentan, mengingat virus corona terus bermutasi dengan cepat. Selain itu, vaksin penguat disebut mampu menekan angka kematian atau mencegah pasien dirawat di ruang ICU Rumah Sakit.

“Meski efektivitas vaksin turun, vaksin tetap dibutuhkan untuk mencegah keparahan saat jatuh sakit karena COVID-19,” kata Dicky.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait