Hot News

Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya kembali menetapkan kebijakan rapid test dan swab bagi para pendatang yang menginap di Surabaya. Keputusan ini disampaikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Kamis (10/9/2020) lalu.

Dalam acara Kampanye Penggunaan sekaligus Pembagian Masker dalam Rangka Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru di Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis lalu, Risma mengatakan bahwa keputusan tersebut menjadi upaya pihaknya untuk kembali memperketat pencegahan penularan dan pengawasan di wilayah setempat.

Untuk mendukung upaya tersebut, Risma juga menyebut bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa lokasi untuk menjadi tempat pemeriksaan para pendatang.

"Jadi nanti kami siapkan untuk para tamu, terutama yang menginap untuk melakukan beberapa tahapan itu (rapid test dan swab)," kata Risma.

Menurutnya langkah ini penting dilakukan, meskipun saat ini angka kesembuhan di Surabaya setiap harinya jauh lebih tinggi dibandingkan pasien baru yang terkonfirmasi COVID-19. Sebab kita harus terus waspada dan tidak boleh ceroboh.

"Kita tidak boleh ceroboh yang kemudian dapat menyebabkan reborn COVID-19 di Surabaya," tegasnya.

Seperti halnya Kamis lalu, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim terdapat 68 pasien baru yang terkonfirmasi positif COVID-19. Sementara untuk pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 115 orang. Nah untuk itu, Risma pun kembali mengingatkan seluruh warga Surabaya untuk tetap disiplin menjaga protokol kesehatan, di manapun kita berada.

Ia juga tak lupa berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerjasama untuk 'menghijaukan' kembali Surabaya dari COVID-19.

"Saya matur nuwun (terima kasih) sekali. Semua ini berkat seluruh jajaran dari TNI, Polri maupun masyarakat saling bahu membahu. Jadi pengamanannya sampai di warung kopi, pasar dan kawasan pemukiman," pungkasnya.

Apalagi menurutnya, lurah dan camat terus berkomunikasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Koramil, hingga polsek untuk mengawasi dan menjaga agar protokol kesehatan berjalan dengan baik di semua sektor. 

"Mereka bergerak terus untuk menjaga protokol-protokol itu tadi setiap hari," imbuhnya.


Kini, Risma mengatakan hampir 75 persen pasien yang dirawat di rumah sakit sudah terkonversi negatif alias sembuh dari COVID-19. Sisanya adalah para pasien yang masih belum bisa kembali ke rumah karena memiliki komorbid (penyakit penyerta).

"Mudah-mudahan ini (pandemi) bisa segera selesai, sehingga ekonomi di Kota Pahlawan segera pulih," harap Risma.


Loading ..