beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Riwayat Imunisasi Anak Akan Terintegrasi ke Aplikasi PeduliLindungi

Anisa Kurniasih,
13 Mei 2022 18.42.18 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Riwayat Imunisasi Anak Akan Terintegrasi ke Aplikasi PeduliLindungi
Image: Aplikasi PeduliLindungi. (Instagram @kemenkominfo)

Jakarta - Kementerian Kesehatan RI berinisiatif mengadopsi sistem vaksinasi COVID-19 berbasis digital secara penuh untuk diterapkan pada pencatatan rekam jejak imunisasi pada anak. Sehingga, sertifikat vaksin dibuat digital dan ditaruh di aplikasi PeduliLindungi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sistem pencatatan riwayat imunisasi anak yang terintegrasi ke dalam aplikasi digital PeduLindungi tersebut bertujuan untuk mempermudah penelusuran bagi berbagai pihak yang berkepentingan.

"Biasanya data vaksinasi ditulis di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau kartu. Kadang hilang atau lupa," kata Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual di YouTube Kemenkes RI, Kamis (12/5/2022).

Menurut Budi, riwayat imunisasi pada masyarakat kerap dibutuhkan oleh sejumlah pihak yang berkepentingan, salah satunya sebagai syarat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Ia bercerita, perguruan tinggi di luar negeri membutuhkan sejarah vaksinasi calon mahasiswa sejak kecil, vaksinasi polio, difteri/tetanus dan lainnya. Akibatnya, masyarakat akan kesulitan belajar di luar negeri kalau kartunya sudah tidak ada.

Maka dari itu, ia pun ingin mengulangi kesuksesan vaksinasi COVID-19 dengan cara meregister, mendaftarkan, dan menyimpan data vaksinasi individu secara digital.

Menkes Budi mengatakan, kebijakan itu merupakan bagian dari transformasi layanan primer sehingga semua anak yang diimunisasi akan terekam individunya dan akan memiliki sertifikat vaksinasi elektronik yang disimpan secara digital.

"Kapan saja dibutuhkan oleh bersangkutan, dia bisa ambil datanya yang tersimpan di Kemenkes," kata Budi.

Ia mengatakan, imunisasi data yang saat ini ada di Kemenkes masih bersifat akumulasi. Laporan detail imunisasi anak ada di masing-masing fasilitas kesehatan yang melakukan imunisasi.

"Kalau yang bersangkutan pindah sekolah atau kota akan kesulitan, kecuali dia memegang bukunya. Biasanya tidak tersimpan sampai dewasa," katanya.

Melalui pemanfaatan teknologi digital, maka seluruh data peserta imunisasi masuk dalam pencatatan digital dan dapat ditarik setiap saat melalui Aplikasi PeduliLindungi. Namun, saat ini sistem tersebut sedang dalam tahap persiapan.

 "Sekarang sedang dalam tahap persiapan," tutupnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait