menu
user
URguide

Selain White Lie, Kenali 4 ‘Warna’ Kebohongan Berdasarkan Niatnya

Itha Prabandhani,
8 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Selain White Lie, Kenali 4 ‘Warna’ Kebohongan Berdasarkan Niatnya
Image: Ilustrasi warna kebohongan. (Freepik)
Berita Terkait

    Jakarta - Urbanreaders pasti pernah kan mendengar istilah white lie atau bohong yang dilakukan demi kebaikan?

    Nah, ternyata selain white lie ada juga loh, warna-warna lain yang digunakan sebagai istilah untuk mendefinisikan kebohongan berdasarkan niatan yang mendasarinya. Duh! Bohong aja pakai berlapis-lapis ya, guys?

    Pembedaan tingkat kebohongan ini didasari oleh apa yang memotivasi seseorang untuk berbohong dan siapa yang diuntungkan dengan kebohongan ini.

    Alasan pembenaran atas kebohongan inilah, yang membuat bohong dikategorikan dalam 4 kotak berbeda. Tapi, apapun alasannya, bohong sebenarnya tetap salah ya, guys?

    Untuk lebih jelasnya, kita simak ulasan berikut, ya?

    1. White Lie

    1594811890-warna-kebohongan2.jpgSumber: Ilustrasi warna kebohongan. (Freepik)

    White lie adalah kebohongan yang diucapkan atas dasar sopan santun atau perasaan empati atau kasih sayang.

    Kebohongan ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa kejujuran akan menyakiti hati pihak yang lain atau membuatnya merasa malu. Dengan kata lain, white lie dilakukan demi kebaikan orang lain.

    Misalnya, saat ibu memasak makanan untuk kamu dan menanyakan apakah kamu suka masakannya.

    Lalu, kamu menjawab “Iya suka, masakannya enak.” Padahal, rasanya kurang cocok di lidah kamu. Inilah yang disebut dengan white lie.

    2. Black Lie

    1594811914-warna-kebohongan3.jpgSumber: Ilustrasi warna kebohongan. (Freepik)

    Berkebalikan dengan white lie, black lie diucapkan demi kepentingan diri sendiri, guys.

    Biasanya orang melakukan black lie karena termotivasi oleh perasaan egois, tidak mau disalahkan, atau takut menghadapi konsekuensinya.

    Selain itu, black lie juga dilakukan demi mendapatkan apa yang kita inginkan.

    Dengan kata lain, bohong jenis yang satu ini akan mendatangkan keuntungan untuk diri sendiri.

    Contoh sederhananya, sewaktu kecil kita lupa mengerjakan PR sekolah.

    Saat ditanya oleh guru kenapa tidak mengerjakan PR, kita menyalahkan kakak yang menghilangkan buku PR kita.

    Saat dewasa, kebohongan ini bisa berkembang lebih serius dengan mengkambinghitamkan orang lain bahkan memfitnah.

    3. Grey Lie

    1594811934-warna-kebohongan4.jpgSumber: Ilustrasi warna kebohongan. (Freepik)

    Jenis kebohongan ini adalah kombinasi dari white lie dan black lie, di mana kedua pihak sama-sama diuntungkan. Grey lie yang mendekati ke white lie, diucapkan seolah-olah demi kebaikan orang lain, namun sebenarnya juga mendatangkan keuntungan untuk diri sendiri.

    Sebagai contoh, kamu dan teman-teman sedang bergotong royong membersihkan tempat kos. Lalu, kamu ingin salah seorang teman memindahkan barang yang terlalu berat.

    Kamu memuji dan mengatakan bahwa dia lebih kuat dan berotot, sehingga dia dengan senang hati memindahkan barang tersebut.

    Namun, di sisi lain kamu mendapatkan keuntungan juga karena tidak harus bekerja keras memindahkan barang tersebut.

    Sementara itu, grey lie yang mengarah ke black lie, ditujukan untuk kepentingan orang lain yang juga menguntungkan diri sendiri, namun akan merugikan mereka yang jadi korban atas kebohongan ini.

    Misalnya, tim kamu nggak berhasil menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, sehingga klien marah kepada pimpinan tim.

    Sebagai anggota tim, kamu ikut mendukung alasan pimpinan tim tidak menyelesaikan pekerjaan, supaya tidak kena imbas kemarahan klien.

    Akhirnya, klien menerima alasan tersebut, namun sebenarnya tetap dirugikan. 

    4. Blue Lie

    1594811955-warna-kebohongan5.jpgSumber: Ilustrasi warna kebohongan. (Freepik)

    Blue lie adalah kebohongan yang dikatakan demi kepentingan diri sendiri dan suatu kelompok. Kebohongan ini dilakukan demi menguatkan ikatan kebersamaan dalam kelompok tersebut.

    Konsep blue lie sebenarnya tidak baru. Namun, istilah blue lie baru-baru ini hangat diperbincangkan karena dianggap sering dipakai sebagai senjata politik.

    Demi mendukung kepentingan pribadi, seseorang mengatakan kebohongan tentang pihak lain, untuk mempertahankan dukungan kelompoknya.

    Blue lie ramai disoroti untuk mendeskripsikan gaya kampanye kepresidenan Donald Trump, yang dianggap menguntungkan dirinya sendiri, agar terpilih menjadi presiden.

    Namun, hal ini dilakukan dengan menjelekkan pihak lain untuk memotivasi pendukungnya dan meyakinkan mereka bahwa situasi ini akan menguntungkan mereka.

    Mengatakan sebuah kebohongan menjadi salah satu naluri manusia untuk melindungi diri sendiri. Sejak usia balita, tanpa diajari oleh siapapun, anak bisa berbohong demi tidak dimarahi orang tuanya.

    Seiring dengan bertambahnya usia, orang dewasa akan membuat kebohongan yang lebih kompleks, sehingga konsekuensinya pun lebih serius.

    Dilansir National Geographic, faktanya, setiap orang sangat sering berbohong. Bahkan, kebohongan ini dilakukan tanpa sadar dan tanpa minta maaf.

    Alasan yang paling sering membuat seseorang berbohong adalah demi kebaikan diri sendiri, menghindari masalah, dan menutupi kesalahan.

    Selanjutnya, alasan kedua yang paling banyak memotivasi seseorang untuk berbohong adalah demi mendapatkan keuntungan ekonomi, guys. Kalau kamu, gimana?

    Komentar
    paper plane