Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URstyle

Sudah Masuk Indonesia, Kenali Gejala COVID-19 Omicron

Shelly Lisdya,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Sudah Masuk Indonesia, Kenali Gejala COVID-19 Omicron
Image: Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)

Jakarta - Virus corona varian Omicron atau B.1.1.529 diidentifikasi pertama kali di Botswana, Afrika Selatan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian Omicron memiliki mutasi yang lebih banyak dan penyebaran cepat dibandingkan varian lainnya termasuk Delta.

Varian Omicron sudah masuk ke lebih dari 80 negara, sementara di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali mendeteksi dua pasien terkonfirmasi varian Omicron. Dengan demikian, hingga Sabtu (18/12/) tercatat tiga kasus konfirmasi varian Omicron di RI.

Gejala virus COVID-19 varian Omicron ternyata hampir mirip dengan flu dan batuk. ZOE COVID Study asal Inggris menganalisis ribuan gejala COVID-19 yang kemudian mereka unggah ke aplikasi oleh publik negara tersebut.

Professor Tim Spector, dari aplikasi ZOE COVID Inggris, mengatakan, jika gejala varian Omicron hampir sama dengan varian virus corona lainnya, seperti demam, batuk terus-menerus, namun pasien tidak kehilangan atau indra penciuman rasa.

"Omicron mungkin lebih, jauh lebih mirip dengan varian ringan yang kita lihat pada orang yang telah divaksinasi," katanya dikutip dari laman Independent.

Studi Gejala COVID ZOE, yang didanai oleh pemerintah Inggris, telah mengidentifikasi gejala utama yang terkait dengan COVID dan mengatakan mereka sedikit berbeda tergantung pada apakah seseorang telah divaksinasi atau tidak. 

Berikut lima gejala teratas yang dilaporkan dalam aplikasi ZOE dalam dua pekan yang berbeda:

- Pilek

- Sakit kepala

- Kelelahan (baik ringan atau berat)

- Bersin-bersin

- Sakit tenggorokan

- Batuk

"Seperti yang ditunjukkan oleh data terbaru kami, gejala Omicron didominasi seperti pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan dan bersin, jadi orang harus tinggal di rumah karena kemungkinan besar itu virus COVID," kata Professor Tim Spector, di aplikasi ZOE COVID Study.

Sementara pembuat vaksin mengatakan, bahwa varian tersebut merusak kemanjuran vaksinasi COVID-19 secara penuh, tetapi suntikan booster membantu memulihkan sebagian besar perlindungan suntikan terhadap infeksi parah hingga kematian. 

Sementara itu, mengutip dari Straits Times, dari penelitian Universitas Hong Kong menemukan bahwa varian Omicron bisa menggandakan diri 70 kali lebih cepat pada saluran pernapasan. Dan ini merupakan jalur yang memudahkan virus bisa menyebar ke orang lain.

Hanya saja, varian ini justru bereplikasi 10 kali lebih lambat pada jaringan paru-paru. Ini memungkinkan varian Omicron menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait