Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URoto

Tips Aman Berkendara di Jalan Tol

Kintan Lestari,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Tips Aman Berkendara di Jalan Tol
Image: Ilustrasi jalan tol (Pixabay)

Jakarta - Beberapa hari ini ramai berita kecelakaan di jalan tol. Misalnya saja kecelakaan yang menewaskan Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah di jalan tol Jombang, Kamis (4/11/2021).

Lalu ada juga kecelakaan yang menimpa rombongan guru besar UGM di jalan tol Cipali yang terjadi hari Kamis (4/11/2021). Dan yang paling baru kecelakaan antara dua mobil di tol Ngawi kemarin (5/11/2021) yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka.

Rentetan kecelakaan di jalan tol beberapa hari belakangan ini membuat siapa pun harus waspada dalam berkendara, khususnya di jalan tol yang lurus dan landai.

Berkaca dari kasus tersebut, Urbanasia bertanya pada pakar keselamatan berkendara, Jusri Pulubuhu seputar tips aman berkendara di jalan tol. 

"Pertama rencanakan perjalanan," pungkas pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) ini saat dihubungi Urbanasia, Jumat (5/11/2021).

"Rute perjalanan, waktu perjalanan, siapa yang bertugas, titik berhenti, titik istirahat, isi bensin semua direncanakan. Dengan perencanaan maka orang tidak mengalami sesuatu tindakan keputusan yang spontan, semua terencana," lanjutnya lagi.

Menurut Jusri, keputusan yang spontan kesannya impulsif sehingga tidak melalui satu fase analisa yang dalam. Padahal, ia menyebut mengemudi merupakan aktivitas multitugas atau multitasking di jalan raya dengan variabel faktor yang begitu banyak. 

"Fakta mengatakan driving adalah the high risk activy that human being kill at present time. Jadi berdasarkan fakta dari jumlah kematian, dari jumlah kerugian, driving di jalan raya termasuk mengendarai sepeda motor adalah aktivitas yang sangat berisiko yang dihadapi oleh manusia modern," pungkasnya lagi.

Tips selanjutnya dari Jusri usai merencanakan perjalanan ialah memeriksa semuanya dalam keadaan layak.

"Kalau kita merencakan perjalanan maka semuanya akan tertata. Terus kemudian kita sudah siap, pastikan kondisi kendaraan, pengemudi, semuanya dalam keadaan layak untuk melakukan perjalanan, misalnya mobil sehat, orang sehat, dan lain-lain," jelasnya lagi.

Ia juga menyatakan agar pengemudi perlu melengkapi diri dengan behavior-based safety driving, yakni upaya pencegahan kecelakaan secara proaktif yang berfokus pada at Risk Behavior/perilaku berbahaya yang berpeluang menyebabkan terjadinya kecelakaan.

"Pada saat kita mengemudi, lengkapi diri kita dengan yang namanya behavior-based safety driving. Jadi mengemudilah dengan pola behaviour, bukan terampil. Artinya pengendara harus full antisipasi, harus bisa mengontrol emosi, anda juga harus memiliki rasa berbagi atau empati," jelasnya.

"Itu dia kunci-kunci kenyamanan berkendara," tutupnya. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait