beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtrending

Viral Oknum Polisi Sebut 'Padang Pelit' ke Warga, Kapolsek Palmerah Minta Maaf

Nivita Saldyni,
25 November 2022 15.20.36 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Viral Oknum Polisi Sebut 'Padang Pelit' ke Warga, Kapolsek Palmerah Minta Maaf
Image: Polsek Palmerah, Jakarta Barat. (Twitter @rezkiachyana)

Jakarta - Seorang netizen bernama Rezki Achyana, pemilik akun Twitter @rezkiachyana mengaku dapat perlakuan tak menyenangkan saat membuat laporan kehilangan di Polsek Palmerah, Jakarta Barat. Ia mengaku dihina dan dapat perlakuan rasis oleh oknum polisi yang bertugas pada Kamis (24/11/2022).

"Habis buat laporan kehilangan di Polsek Palmerah Jakarta Barat. Setelah suratnya gw terima, gw bilang terimakasih. Polisinya bilang: Terimakasih doang?. Gw jawab: iya. Trus gw keluar ruangan, polisinya teriakin gw, 'Padang! Dasar Padang! Pelit!'," cuit Rezki di Twitter.

Sontak postingan tersebut pun viral. Curhatan Rezki lewat Twitter itu langsung dapat respons dari Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdurohim.

Rezki pun akhirnya bertemu dengan Dodi di Polsek Palmerah. Dari pertemuan itu diketahui, oknum yang melemparkan perkataan rasis tersebut adalah Brigadir RYP dan sedang diperiksa secara internal. Rezki pun mengaku tak akan melanjutkan kasus ke jalur hukum dan memilih memaafkan pelaku.

Kapolsek Palmerah Minta Maaf

Usai pertemuan itu, Dodi angkat bicara soal oknum anak buahnya yang viral terkait perbuatan rasis. Dodi mengaku telah menyampaikan permintaan maaf kepada Rezki secara langsung atas perbuatan anak buahnya itu.

"Kami sudah ketemu dengan pelapor dan kami intinya memohon maaf kepada beliau terkait viral anggota kami yang melakukan tindakan berbau rasis. Kami sudah minta maaf kepada beliau dan alhamdulillah permohonan kami diterima," ungkap Dodi kepada wartawan, Kamis (25/11/2022) malam.

Sementara itu hari ini, dilansir dari ANTARA, Jumat (25/11/2022), Dodi memastikan ada dua personelnya yang diperiksa Provos Polres Metro Jakarta Barat terkait dugaan penghinaan terhadap warga. Namun sampai saat ini Dodi belum memberikan informasi detail karena pemeriksaan masih berjalan.

"Sekarang sedang pemeriksaan, nanti kami kabarkan selanjutnya," kata Dodi.

Dengan adanya kasus ini, Dodi mengaku bakal menjadikannya pelajaran untuk jajarannya berbenah. Sehingga harapannya ke depan tak ada lagi kasus serupa.

"Ini juga momen kami untuk memperbaiki diri lagi pengawasan ke anggota dan lebih memaksimalkan lagi pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat," pungkasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait