beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

6 Tips Berhemat di Tengah PPKM dan Pandemi COVID-19

Nivita Saldyni,
22 Juli 2021 18.00.53 | Waktu baca 5 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
6 Tips Berhemat di Tengah PPKM dan Pandemi COVID-19
Image: Ilustrasi uang receh (Freepik)

Jakarta - Pandemi virus Corona (COVID-19) telah berdampak pada berbagai aspek kehidupan kita, termasuk dalam hal perekonomian. Oleh karenanya sangat penting bagi kita berhemat dan mengatur ulang keuangan kita agar kondisi keuangan tetap aman.

Lewat video terbaru yang dibagikan di kanal YouTube pribadinya, perencana keuangan Aidil Akbar mengatakan bahwa pandemi telah membuat masyarakat kesusahan mengatur keuangan dan menjalankan kehidupan mereka. Apalagi saat ini ada aturan PPKM, tentu semakin membuat banyak orang semakin pusing mengatur keuangan mereka.

“Nah dengan tinggal di rumah aja, yang seharusnya membuat pengeluaran lebih sedikit dan lebih hemat tapi yang terjadi malah sebaliknya. Banyak orang yang mengeluh bahwa pengeluaran mereka lebih banyak dan lebih boros,” ungkap Aidil. 

Lalu apa tips hemat di tengah PPKM dan Pandemi COVID-19 ini? Berikut enam tips anti boros dari Aidil Akbar!

1. Cari kesibukan lain di luar pekerjaan utama

1619525647-main-game.jpgSumber: Ilustrasi main game online. (Pixabay/jackinboxs)

Selama PPKM, kita jadi lebih banyak menghabiskan waktu di rumah aja. Mulai dari belajar hingga bekerja harus dilakukan dari rumah. Alhasil waktu luang yang kita miliki semakin banyak. 

Banyaknya waktu luang selama di rumah aja ternyata berakibat buruk pada keuangan kita kalau tidak digunakan dengan baik loh. Mengapa? Menurut Aidil hal ini akan memicu kamu semakin sering membuka aplikasi e-commerce ataupun pemesanan makanan secara online.

“Jadi yang penting justru atur waktu dan punya aktivitas tambahan di rumah, di luar aktivitas utama yang tidak mengeluarkan biaya atau minim biaya,” ungkap Aidil.

“Misalnya buat konten untuk media sosial Instagram, TikTok, YouTube, dan lain-lain misalnya. Atau buat konten dalam bentuk artikel untuk blog pribadi atau blog umum,” jelasnya lebih lanjut.

Dengan punya lima aktivitas tambahan di hari kerja, maka waktu kamu di luar aktivitas utama akan penuh dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Selain itu, keinginan untuk scroll e-commerce atau aplikasi makanan online akan jauh berkurang.

2. Atur pengeluaran sebaik mungkin

1615355066-zodiak-boros---freepik-atstock-productions.jpgSumber: Zodiak paling boros. (Freepik)

Selama di rumah aja, banyak kebutuhan yang berubah. Misalnya biaya makan siang di kantor, biaya transportasi atau parkir, dan banyak lagi pengeluaran lainnya yang hilang selama work from home (WFH).

Nah oleh sebab itu, inilah saat yang tepat untuk kamu mengatur ulang pengeluaran kamu sebaik mungkin. Kamu bisa menghilangkn atau menukar beberapa pengeluaran yang sudah tidak dibutuhkan dengan kebutuhan lain yang lebih penting.

“Biaya transportasi udah pasti ilang. Bensin, tol, parkir diganti untuk biaya listrik dan internet yang kita tanggung di rumah. Biaya pakaian kerja diganti juga jadi pengeluaran alat-alat prokes. Masker, hand sanitizer, disinfektan, semua peraltan prokes yang di butuh kan di rumah,” kata Aidil.

3. Atur menu memasak di rumah

1609385217-masak-bareng.jpgSumber: Ilustrasi memasak. (Freepik)

Selain atur pengeluaran, atur menu masak selama di rumah aja juga penting loh. Aidil menyarankan agar kamu memasak menu yang bisa tahan lama untuk menghemat pengeluargan.

Misalnya rendang, orek tempe kering, atau menu-menu kreatif lainnya yang bisa dimasak sekaligus untuk menghemat budget memasak kamu.

Kamu juga bisa membuat menu memasak selama seminggu supaya bisa mengatur pola belanja agar lebih irit. Dengan cara ini pula maka tak ada lagi bahan makanan segar yang terbuang.

“Dipastikan Anda bisa menghemat antara 30-50 persen dari budget belanja makanan melalui aplikasi online,” pungkasnya.

4. Atur ulang aplikasi di HP kamu

sosial media.jpgSumber: Ilustrasi media sosial. (Pixabay)

“Kalau gak tahan dengan belanja di e-commerce, kosongkan menu checkout dalam aplikasi. Matikan notifikasi bila dianggap masih mengganggu atau menggoda. Bahkan bila perlu uninstall aja aplikasinya,” saran Aidil.

Dengan mengatur ulang aplikasi yang ada di handphone kamu maka kamu akan jadi lebih bisa menahan diri dari godaan-godaan belanja online. Kamu pun bisa menginstall kembali aplikasi yang sudah kmu hapus jika dibutuhkan sewaktu-waktu.

5. Atur jajan dan manfaatkan promo

1614494206-online-shopping-Pixabay.JPGSumber: Ilustrasi belanja online. Sumber: Pixabay/Preis_King).

Hemat bukan berarti kamu tak bisa menikmati makanan atau minuman favoritmu loh. Sebab kamu bisa memasak sendiri jajanan favoritmu atau memanfaatkan promo yang ada.

“Sekarang banyak banget promo. Perusahaan-perusahaan di luar sana juga mereka sedang mencoba memikat pelanggan dengan memberikan promo-promo,” kata Aidil.

Misalnya membeli kopi ukuran satu liter dengan harga promo, atau membeli jajanan favorit dengan ukuran besar agar bisa dinikmati bersama dengan anggota keluarga lainnya. Tapi ingat, pilih toko yang dekat dari rumahmu ya. Sehingga promo didapat, ongkir pun tetap hemat.

“Anda bisa menghemat budget antara 30-50 persen,” kata Aidil

6. Hemat dalam berbagai hal yang ada di rumah

1607395632-menghemat-pengeluaran.jpgSumber: Ilustrasi hemat di rumah (Freepik)

Tips terakhir adalah menghemat segala hal yang ada di rumah. Misalnya penggunaan air atau listrik. Nah hal-hal sepele ini biasanya sering dilupakan.

Contohnya dalam penggunaan air. Dengan menampung air dalam bak atau ember, kamu bisa menghemat listrik untuk penggunaan air sekitar 10 hingga 30 persen.

Selain itu juga matikan, bahkan kalau bisa cabut kabel dari alat elektronik di rumahmu yang sedang tidak terpakai dari stop kontak untuk menghemat listrik.

“Konon kata ahli-ahli listrik, kalau colokan masih nempel itu masih mengalirkan daya dan itu meskipun kecil ya lumayan juga. Dan itu kalau banyak banget di ruangan, kalian cabut aja. Yang dicolokin cuma yang esensial aja,” jelasnya.

“Ingat, hal-hal kecil dalam kondisi sekarang itu sangat-sangat berarti. Kalian bisa menghemat, kalian sangat membutuhkan uang supaya kalau terjadi apa-apa uangnya ada. Emergency fund kalian ada, dana listrik kalian masih ada. Karena kita gak akan tahu sampai kapan pandemi dan PPKM ini masih akan berlanjut,” tutupnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait