menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URguide

73 Tahun Menikah, Ini Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II

Shelly Lisdya,
26 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
73 Tahun Menikah, Ini Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II
Image: Ratu Elizabeth Inggris dan Pangeran Philip, Duke of Edinburgh, memperhatikan kartu ulang tahun pernikahan mereka. (ANTARA/REUTERS/Getty Images Eropa/Chris Jackson/aa.)

Jakarta - Inggris tengah berduka atas meninggalnya Duke of Edinburgh, Pangeran Philip pada Jumat, 9 April 2021.

Nah, ketika berbicara tentang kisah cinta, kita bisa melihat kisah sang Putri Elizabeth yang jatuh cinta pada prajurit, Pangeran Philip dari Yunani dan Denmark. Banyak yang menyebut, kisah keduanya layak untuk dijadikan film Disney.

Bagaimana kisah cinta antara Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II?

Kembali pada tahun 1930-an, di mana keduanya bertemu. Tepat pada tahun 1939, Raja George VI dan Permaisuri Elizabeth Bowes-Lyon bersama kedua putrinya, yakni Elizabeth dan Margaret melakukan kunjungan ke Britannia Royal Naval College.

Kemudian Elizabeth muda kala itu ia berusia 13 tahun bertemu dengan Philip. Elizabeth pun jatuh cinta pada Philip. Mereka pun mulai berkomunikasi melalui surat. 

Menurut Marion Crawford, pengasuh sang putri, ketampanan Philip terletak pada rambut pirang dan mata biru yang membuat Elizabeth jatuh cinta. 

Crawford menjelaskan dalam memoarnya, The Little Princesses, bahwa Elizabeth datang ke kapal pesiar Raja untuk makan dan dari sanalah Elizabeth bertemu dengan Philip.

Melansir dari laman Tatler, beberapa kerabat Ratu berbicara secara terbuka terkait kesukaan Elizabeth ketika memikat hati Philip selama masa-masa awal itu. 

Kisah cinta keduanya pun dicatat oleh paman Philip dan ajudan Raja, Lord Louis Mountbatten yang kemudian ditulis dalam buku hariannya bahwa pertemuan awal mereka adalah kisah cinta sejati yang sukses.

Tak hanya itu, Margaret Rhodes, sepupu Elizabeth juga menulis dalam otobiografinya bahwa Elizabeth benar-benar jatuh cinta sejak awal kepada Philip.

Setelah delapan tahun sejak pertemuan pertama, pasca perang dunia kedua, tepatnya 1946, Philip meminta Raja agar diizinkan menikahi putrinya.

Karena berbeda kewarganegaraan, sebelum pertunangan diumumkan, Philip diwajibkan memiliki kewarganegaraan baru dan juga nama keluarga. Ia pun kemudian melepas gelar keturunan Yunani, menjadi warga negara Inggris, dan mengambil nama keluarga dari garis ibunya, Mountbatten.

Sehari sebelum upacara pernikahan, Raja George VI menganugerahi gelar Yang Mulia Philip dan pada pagi hari perkawinan dia mendapat gelar Duke of Edinburgh, Earl of Merioneth, dan Baron Greenwich dan November 1947, Elizabeth dan Philip menikah di Westminster Abbey.

Lima tahun kemudian, Elizabeth naik takhta dan mengambil sumpahnya sebagai Ratu Elizabeth II. Setelah naik takhta, Elizabeth menyatakan bahwa Philip memiliki kedudukan tepat setelahnya di segala acara dan pertemuan, kecuali di bagian yang telah diatur parlemen.

Sebagai pendamping ratu, Philip pun ikut Elizabeth dalam berbagai acara, seperti pembukaan parlemen di berbagai negara, acara makan malam resmi, dan berbagai kunjungan. Pada 1956 sampai 1957, Philip melakukan perjalanan keliling dunia.

Dia membuka Olimpiade Musim Panas 1956 di Melbourne dan mengunjungi Antarktika, menjadi anggota keluarga kerajaan Britania pertama yang melewati Lingkar Antartik. Dalam perjalanan ini, Ratu Elizabeth II dan anak-anaknya tetap tinggal di Britania.

Setelah menikah selama 73 tahun, keduanya dikaruniai empat anak, delapan cucu dan 10 cicit. Putra pertamanya adalah Pangeran Charles lahir di Istana Buckingham tahun 1948 disusul Putri Anne tahun 1950.

Pada tahun 1960, Ratu Elizabeth II melahirkan anak ketiga, Andrew Albert Christian Edward atau Pangeran Andrew, Adipati York.

Empat tahun berselang setelah melahirkan Pangeran Andrew, Ratu Elizabeth II pun melahirkan anak bungsunya, Edward Antony Richard Louis atau Earl Wessex.

Namun, kini Istana Buckingham di London tengah memasang bendera setengah tiang dan pengumuman dipasang di gerbang menyusul kepergian Pangeran Philip.

Pemakaman Pangeran Philip akan berlangsung di Kapel St George's, Windsor, hanya saja ada perubahan karena pandemi virus corona, sebagaimana dipaparkan College of Arms, badan kerajaan yang mengelola berbagai upacara termasuk pemakaman anggota keluarga kerajaan.

Bagaimanapun, jenazah Pangeran Philip akan disemayamkan sejenak di Kastil Windsor sebelum upacara pemakaman kerajaan berlangsung. Masyarakat pun diminta untuk tidak menghadiri upacara tersebut sehubungan dengan pandemi.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait