Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Roundup 26 Oktober: Pelat RFS Rachel Vennya hingga Lucinta Luna Mengaku Pria

Urbanasia,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Roundup 26 Oktober: Pelat RFS Rachel Vennya hingga Lucinta Luna Mengaku Pria
Image: Lucinta Luna. (Instagram @lucintaluna_manjalitagenk)

Jakarta - Sejumlah informasi terangkum pada Selasa (26/10/2021) nih, Urbanreaders! Kabar di antaranya selebgram Rachel Vennya selesai menjalani pemeriksaan kasus plat nomor 'RFS', yang tidak sesuai dengan kendaraan yang terdaftar, Selasa (26/10/2021).

Lalu, ada juga informasi mengenai  Lucinta Luna yang menyebut dirinya adalah sosok laki-laki bernama Muhammad Fatah, dan bukan perempuan feminim seperti yang ia tunjukkan selama ini.

Nah, biar nggak penasaran, langsung saja berikut roundup top 5 news Urbanasia di hari ini.

1. Rachel Vennya Diperiksa Polisi 2 Jam soal Pelat 'RFS'

1634790400-rachel-vennya.jpgSumber: Selebgram Rachel Vennya. (Instagram)

Selebgram Rachel Vennya selesai menjalani pemeriksaan kasus plat nomor 'RFS', yang tidak sesuai dengan kendaraan yang terdaftar, Selasa (26/10/2021).

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP, Argo Wiyono, mengatakan Rachel diperiksa selama dua jam.

"Kurang lebih sekitar 2 jam. Datangnya pagi-pagi, langsung dengan penyidik," kata Argo seperti dilansir PMJ News, Selasa (26/10/2021).

Argo menyebut ibu dua anak itu datang lebih awal dari jadwal pemeriksaan yang sudah ditetapkan. Namun dia enggan menjabarkan hasil dari pemeriksaan tersebut.

2. Mahasiswa Tewas Usai Diklatsar Menwa, BEM SV UNS Tuntut Kampus Transparan

1610329936-FOTO-GEDUNG-REKTORAT-UNS.jpgSumber: Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. (uns.ac.id)

Seorang mahasiswa berinisial GE Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah, dikabarkan meninggal dunia usai mengikuti kegiatan pendidikan dan latihan dasar resimen mahasiswa (diklatsar menwa).

Laporan tewasnya seorang mahasiswa dalam kegiatan diklat tersebut telah dibenarkan oleh Kasatreskrim Polresta Surakarta, AKP Djohan Andika serta sudah dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian, namun pihaknya belum memastikan adanya dugaan penganiayaan.  

Polresta Surakarta juga masih menunggu hasil otopsi dari pihak rumah sakit untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

"Sembari menunggu hasil otopsi, kami akan klarifikasi terhadap pihak-pihak yang melaksanakan kegiatan tersebut," kata Djohan, saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (25/10/2021).

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait