Jakarta - Apakah kamu pernah bertanya-tanya atau mungkin geregetan, kenapa sih orang bisa berbohong? Meski setiap hari kita sering menemui kebohongan, pertanyaan sederhana tadi ternyata tak mudah untuk dijelaskan jawabannya, guys.

Menurut seorang psikolog asal Amerika Serikat, Dr. Paul Ekman, ada beberapa motivasi yang mendorong seseorang untuk mengatakan kebohongan. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, Dr. Ekman merangkum sejumlah alasan sebagai berikut.

1. Menghindari Konsekuensi

Motivasi pertama yang mendorong seseorang untuk berbohong adalah untuk menghindari konsekuensi dari kesalahan yang dibuatnya. Kebohongan jenis ini biasanya dilakukan anak kepada orang dewasa terdekatnya, seperti orang tua atau gurunya. Demi menghindari hukuman atau kemarahan, anak akan mencoba berbohong atau menutupi kebenaran.

1594811955-warna-kebohongan5.jpgSumber: Ilustrasi warna kebohongan. (Freepik)

2. Mendapatkan Keuntungan

1599789753-bohong.jpgSumber: Ilustrasi bohong (Freepik)

Beberapa orang mengatakan kebohongan demi mendapatkan keuntungan yang diharapkannya. Sebagai contoh, orang yang berbohong saat wawancara kerja dengan menceritakan pengalaman kerja yang dilebih-lebihkan.

Hal ini dilakukan demi memperoleh penilaian yang baik dari pewawancara, dengan harapan akan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

3. Melindungi Orang Lain

1590563286-tanda-bohong.jpgSumber: Ilustrasi bohong (Freepik)

Dalam beberapa situasi, ada orang yang berbohong demi melindungi orang lain. Kasus ini bisa terjadi dalam dunia pekerjaan, di mana kerja sama tim sangatlah diperlukan.

Jika salah satu anggota tim melakukan kesalahan, biasanya orang yang lain akan menutupinya di depan atasan atau di depan klien. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan nama baik seluruh tim.

4. Melindungi Diri Sendiri dari Bahaya

1594811890-warna-kebohongan2.jpgSumber: Ilustrasi warna kebohongan. (Freepik)

Kebohongan yang dilakukan untuk menghindarkan diri sendiri dari bahaya, adalah salah satu usaha untuk self-defense. Sebagai contoh, kamu sedang di rumah sendirian lalu datang beberapa orang tak dikenal dan terlihat mencurigakan.

Kamu lalu berpura-pura berbicara dengan orang lain di dalam rumah agar mereka mengira bahwa kamu tidak sedang sendirian.

5. Menjaga Citra Diri

1594811855-warna-kebohongan.jpgSumber: Ilustrasi warna kebohongan. (Freepik)

Motivasi lain untuk berbohong adalah demi menjaga citra baik diri sendiri alias jaim. Demi mendapatkan pujian atau kesan yang baik dari orang lain, kamu memperbaiki ‘resume’ diri sendiri di depan gebetan. Hal ini dilakukan supaya gebetan punya kesan yang baik tentang kamu dan mungkin akan melanjutkan proses PDKT denganmu.

6. ‘Melarikan diri’ dari Situasi

1605577438-menyelamatkan-muka.jpgSumber: Ilustrasi bohong (Freepik)

Saat berada dalam situasi yang kurang nyaman, membosankan, atau awkward, kamu pura-pura menerima pesan penting dan harus segera pergi. Nah, jenis kebohongan seperti ini dilakukan demi bisa menyelamatkan diri dari situasi yang kurang menyenangkan.

7. ‘Menyelamatkan Muka’

1589611028-berbohong.jpgSumber: Ilustrasi bohong (Freepik)

Siapa sih yang suka dipermalukan di depan orang lain? Melakukan hal yang memalukan di depan umum, bisa bikin kita ‘kehilangan muka’. Sebagai contoh, kamu jatuh karena tidak hati-hati, tapi mengatakan bahwa tiba-tiba migrainmu kumat, agar kamu nggak dianggap ceroboh.

Selain sejumlah motivasi yang sudah disinggung di atas, Dr. Ekman juga menyatakan bahwa ada jenis kebohongan yang dilakukan demi kesopanan, guys. Contoh yang paling sering dilakukan adalah ketika teman menanyakan apakah dirinya terlihat gemuk, kamu bakal dengan spontan menjawab “Nggak, kok!”

Meski begitu, kebohongan yang dilakukan, walaupun sederhana, dapat tetap terbaca dari ekspresi di wajah loh, guys. Kemampuan membaca perubahan ekspresi wajah bisa membantu kamu untuk tahu apakah kamu lagi dibohongi atau tidak.

Komentar
paper plane